Pages

Mangsa Mencium Konsentrasi Tinggi 2-phenylethylamine Urin Predator

Jurnal KeSimpulan.com - Anda suka memburu tikus? Jangan kencing sembarangan. Mangsa kecil mampu mendeteksi predator dari materi kimia dalam urin pemakan daging.

Studi baru mengisolasi bahan kimia yang ditemukan dalam banyak urin dimana tikus kecil dapat mencium untuk menanggapi sesuai yaitu menjauh atau menghindari wilayah di mana bahan kimia hadir.

Stephen Liberles, biolog seluler dari Harvard Medical School, dan rekannya melapor ke Proceedings of the National Academy of Science (PNAS) yang menunjukkan materi kimia 2-phenylethylamine ditemukan dalam urin hampir semua hewan, jauh lebih tinggi terkonsentrasi pada predator dan hewan pengerat seperti tikus mampu mendeteksi dan bereaksi untuk itu.

Tikus dan mangsa kecil lainnya takut sesuatu di dalam urin karnivora seperti kucing, tetapi peneliti ingin tahu apa sebenarnya yang terkandung dalam urin.

Tim mulai dengan mempelajari reseptor penciuman pada tikus bukan hanya secara acak mencari setiap kimia tunggal yang muncul dalam urin pemangsa.

Mereka mulai dengan TAAR4, keluarga reseptor yang bertanggung jawab untuk reaksi pada hewan pengerat.

Mereka juga tahu mengapa urin kucing hutan dijual ke petani untuk mengusir tikus.

Terlepas dari spesies, karnivora memiliki tingkat 2-Phenylethylamine jauh lebih tinggi dalam urin mereka dibandingkan non pemakan daging, meskipun para peneliti tidak jelas apakah tingkat tinggi bahan kimia dalam urin karena makan daging atau suatu sifat behavioral hewan yang terjadi untuk makan daging.
Detection and avoidance of a carnivore odor by prey

David M. Ferrero1
  1. Departments of Cell Biology and Neurobiology, Harvard Medical School, Boston, MA 02115
PNAS, June 20, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1103317108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment