Pages

Lilitan Kolagen Mengawetkan Protein Dalam Fosil Dinosaurus

Jurnal KeSimpulan.com - Struktur protein dinosaurus yang terawetkan. Obsesi mengkloning Tyrannosaurus rex dari fosil berdating 68 juta tahun lalu mungkin semakin dekat.

Lilitan kolagen menyimpan molekul Tyrannosaurus dengan aman selama jutaan tahun dalam fosil. Para ilmuwan menemukan bagaimana fragmen kolagen protein mungkin bertahan dalam tulang fosil dinosaurus. Struktur terjalin seperti tali molekul menjadi komponen utama tulang, bagian pelindung protein enzim dan elemen hingga puluhan juta tahun.

Temuan ini mendukung klaim perdebatan protein dan sekuens dinosaurus. Molekul kolagen terdiri dari tiga subunit protein panjang yang melilit satu sama lain dalam triple helix.

Lima dari heliks ini terjalin bersama-sama untuk membuat microfibril dan ribuan mikrofibril berkumpul membentuk sebuah fibril.

"Ini seperti tali, multi-stranded rope," kata James San Antonio, biokimiawan dari Orthovita, sebuah firma produsen implan medis di Malvern, Philadelphia.

San Antonio dan kolega menganalisis 11 fragmen kolagen dari tulang fosil Tyrannosaurus rex berdating 68 juta tahun dan Brachylophosaurus canadensis berdating 80 juta tahun serta melapor ke PloS ONE.

Sebelumnya, Mary Schweitzer, paleontolog dari North Carolina State University di Raleigh, dan rekan-rekannya mengaku telah menemukan jaringan lunak dan kolagen dalam fragmen.

Tetapi para ilmuwan lain berpikir rekover protein yang ditemukan adalah kontaminan modern atau bukan milik dinosaurus asli.

Team San Antonio membandingkan fragmen rekover kolagen dengan model kolagen manusia dan tikus, dan menemukan bahwa 11 fragmen berasal dari bagian terdalam mikrofibril. Beberapa berasal dari lokasi yang sama dengan dinosaurus. Para peneliti mengatakan situs jauh di dalam serabut kolagen sehingga terlindung dari enzim kontaminan dan lingkungan.

Kolagen rekover juga mengandung sangat sedikit asam amino acidic, unsur protein yang sangat rentan terhadap degradasi oleh enzim dan air. Laporan Joseph Orgel, biolog komputansi dari Illinois Institute of Technology di Chicago, yang mempelajari kolagen menambahkan bahwa serat kolagen sering terkubur di dalam tulang yang bisa menjaga "jauh melampaui perkiraan."

"Ini menarik dan masuk akal, namun spekulatif. Sulit untuk ekstrapolasi terlalu jauh dari sedikit sekuens yang telah ditemukan," kata Marshall Bern, bioteknolog komputer dari Palo Alto Research Center di California, yang juga menganalisis data protein dinosaurus.

Stephen Salzberg, bioinformatikawan dari University of Maryland di College Park, telah mencatat komentar terhadap laporan di PLoS ONE dan mengatakan bahwa peptida yang dianalisis tim "adalah kontaminasi dari spesies modern".

Salzberg mengatakan divertifikasi protein tertua molekul bakteri ratusan ribu tahun ditemukan dalam core es. Tulang dinosaurus jauh lebih tua dan ditemukan di Idaho. Prediksi teoritis dan eksperimen laboratorium menunjukkan protein tidak bisa bertahan lebih dari beberapa juta tahun.

Tetapi Schweitzer mengatakan jika fragmen kolagen kontaminan, harus di bagian-bagian dengan struktur acak. Sebaliknya, temuan berasal dari bagian yang paling terlindungi mikrofibril, mendukung hipotesis bahwa molekul peninggalan dinosaurus asli.

Schweitzer mencatat klaimnya didukung oleh dua laboratorium selain miliknya sendiri. Selain itu, kolagen tidak ditemukan dalam sedimen di sekitar fosil, seperti asumsi jika molekul tersebut kontaminan dan tim mendapat hasil positif ketika menguji sampel menggunakan antibodi yang menempel pada kolagen dan protein tulang lainnya.

"Hambatan pertama dan terbesar adalah meyakinkan orang bahwa hal ini adalah nyata. Studi ini merupakan langkah ke arah itu," Schweitzer.
Dinosaur Peptides Suggest Mechanisms of Protein Survival

James D. San Antonio1, et.al.
  1. Operations, Orthovita, Inc., Malvern, Pennsylvania, United States of America
PLoS ONE 6(6): e20381, June 8, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0020381
James San Antonio http://www.orthovita.com/
Mary Schweitzer http://www4.ncsu.edu/~mhschwei/NCSU_Paleontology/Mary_Schweitzer.html
Joseph Orgel http://www.iit.edu/csl/bio/faculty/orgel_joseph.shtml
Marshall Bern http://www2.parc.com/csl/members/bern/
Stephen Salzberg http://www.cbcb.umd.edu/~salzberg/

Gambar : James D. San Antonio et.al., PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0020381.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment