Pages

Hutan Sempit Tapi Vegetasi Lebih Padat Lebih Efektif Serap Karbon

Jurnal KeSimpulan.com - Hutan padat penyerap karbon. Meskipun areal hutan sempit, vegetasi yang lebih padat lebih efesien dibanding hutan luas untuk akun karbon.

Hutan dapat dibandingkan dengan kota-kota karena keduanya dapat ditumbuhkan menjadi lebih padat. Sebuah penelitian baru menunjukkan hutan yang lebih padat memiliki kemampuan lebih luas untuk mengikat karbon dioksida dibanding asumsi sebelumnya.

Laporan ke PLoS ONE menunjukkan hutan di banyak negara meningkat kemampuan mengikat jumlah karbon dioksida karena menjadi lebih padat.

Statistik menunjukkan peningkatan kepadatan secara substansial mendorong pemulihan karbon dioksida di Eropa dan Amerika Utara, meskipun areal kawasan hutan persegi sangat sedikit.

Aapo Rautiainen, bioenviromentalis dari University of Helsinki di Helsinki, Finlandia, bersama dengan Rockefeller University dan rekannya menunjukkan dampak bagaimana hutan komersial dikelola lebih baik.

Hutan yang ditata padat secara efektif mengikat karbon dioksida. Sebuah perubahan besar hutan di Amerika Serikat dan Eropa ditunjukkan dalam statistik bahwa lahan hutan yang hanya meningkat sebesar 1% setelah tahun 1953, tetapi akun pertumbuhan meningkat 51% selama periode yang sama. Kepadatan hutan Eropa juga meningkat secara substansial selama periode laporan.

Karakteristik dari kedua daerah yang diteliti adalah stok kepadatan memberi peningkatan secara substansial dalam penyimpanan karbon hutan dibanding perubahan laus kawasan persegi.
A National and International Analysis of Changing Forest Density

Aapo Rautiainen1, et.al.
  1. Faculty of Biosciences, University of Helsinki, Helsinki, Finland
PLoS ONE 6(5): e19577, May 6, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0019577

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment