Pages

Gen Kebohongan Zebra Finch Perempuan Warisan Hidung Belang Ayahnya

Jurnal KeSimpulan.com - Burung berkicau menunjukkan kebahagiaan, namun ketika Zebra finch pria bernyanyi untuk wanita lain, Zebra finch perempuan membalas dengan dusta.

Burung Zebra finch membangun kemitraan seumur hidup dalam monogami, namun keduanya, laki-laki dan perempuan, juga menikmati seks di luar nikah. Manfaat bagi laki-laki jelas yaitu kesempatan lebih banyak daripada kesetiaan. Tetapi kenapa perempuan menipu ketika risiko kehilangan mitra seumur hidup?

Sebuah studi baru menunjukkan promiscuous perempuan karena mereka banyak mewarisi gen sama yang bertanggung jawab atas perilaku promiscuous dari laki-laki.

Para peneliti melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Wolfgang Forstmeier, bioevolusionaris dari Max Planck Institute for Ornithology di Seewiesen, Jerman, dan rekannya memasang kamera tersembunyi aktivitas seks populasi lebih 1500 Zebra finch dari lima generasi. Kemudian genetic paternity tests dilakukan untuk mengeledah keturunan.

Setiap hari di musim kawin, burung-burung berhubungan seks dengan pasangan dua kali dan wanita meletakkan satu telur hingga masing-masing pasangan menghasilkan lima atau enam telur.

Namun laki-laki dan perempuan berbeda dalam pergaulan. Beberapa laki-laki "terobsesi" melakukan seks di luar nikah. Sementara beberapa perempuan memiliki tendensi jauh lebih besar untuk berbuat curang pada pasangan mereka.

Kenyataan para pria hidung belang yang suka menipu akan menjadi bapak yang paling banyak memiliki keturunan. Namun, tim juga menemukan bahwa laki-laki promiscuous lebih cenderung memiliki anak perempuan lebih promiscuous. Forstmeier menunjukkan setidaknya setengah gen yang terkait dengan kebohongan pada laki-laki diwariskan ke anak perempuan dan mempengaruhi perilakunya.

Hal ini tampaknya tidak memberi keuntungan langsung pada setiap zebra perempuan. Bahkan, Forstmeier menemukan perempuan dengan suami yang berselingkuh cenderung bertelur lebih sedikit dibandingkan perempuan lain.

Jadi gen-gen macam apa ini? Tidak ada gen yang bertanggung jawab untuk pergaulan dalam finch zebra, tetapi setidaknya beberapa studi telah menemukan hubungan genetik terhadap perilaku promiscuous pada manusia.

Titik poin pada gen pengkode dopamin dan serotonin, dua neurotransmiter yang terlibat dalam pahala dan kesenangan di antara fungsi-fungsi lainnya. Semakin peka kita pada kedua materi kimia tersebut, jalan pemikiran semakin besar kemungkinan kita mengejar seks dengan orang lain sebanyak mungkin.

Studi-studi lain telah melihat coding gen untuk reseptor peka terhadap vasopressin yaitu hormon yang dilepaskan saat dorongan seks hanya kepada pasangan. Jika reseptor vasopresin individu tumpul, mereka mungkin kurang setia pada pasangan dan lebih bersedia untuk berdusta.

"Ini studi sangat penting, saya sangat gembira. Studi mereka intensif untuk meneliti perilaku yang terkait dengan pasangan ekstra. Apa yang mereka tunjukkan benar-benar korelasi antara genetik dan perilaku promiscuous pada laki-laki dan perempuan," kata Simon Griffith dari Macquarie University di Sydney, Australia.

Implikasi dari penelitian melampaui burung, kata Griffith.

"Penting untuk menyadari setiap perilaku kawin dalam reproduksi seksual hewan dapat dibentuk oleh bangunan genetik yang sama, gen yang dibawa oleh kedua jenis kelamin dan dapat dinyatakan dalam pria maupun wanita, di mana seleksi dalam perilaku seks pada jenis kelamin lain yang pada awalnya tampak tidak masuk akal," kata Griffith.
Female extrapair mating behavior can evolve via indirect selection on males

Wolfgang Forstmeier1, et.al.

  1. Department Behavioural Ecology and Evolutionary Genetics, The Max Planck Institute for Ornithology, D-82319 Seewiesen, Germany
PNAS June 13, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1103195108
Wolfgang Forstmeier http://www.orn.mpg.de/mitarbeiter/forstm.html
Simon Griffith http://galliform.bhs.mq.edu.au/~simon/People.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment