Pages

Sinar Matahari Mereaksi Emisi Jet Menjadi Mikro Partikel

Jurnal KeSimpulan.com - Polusi mesin jet lebih berat dari yang dipikirkan. Sinar Matahari merubah emisi berminyak menjadi partikel yang berbahaya.

Bandar udara dapat menimbulkan ancaman jauh lebih besar ke wilayah udara dibanding prediksi sebelumnya karena kekuatan transformatif sinar Matahari. Pengukuran di landasan, para peneliti menunjukkan tetesan minyak yang diludahkan mesin dapat berubah menjadi mikro partikel yang mudah menembus paru-paru dan otak.

Allen Robinson, mekanikawan dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh dan timnya mengumpulkan polusi yang dimuntahkan dari pesawat yang didukung oleh salah satu jenis mesin jet komersial paling umum dan dioperasikan pada beban yang berbeda.

Meskipun mesin jet beroperasi pada kekuatan penuh menghasilkan partikel yang kebanyakan padat, pada beban mesin rendah (seperti ketika pemanasan pesawat di gerbang atau di landasan pacu), emisi didominasi dalam bentuk tetesan mikroskopis.

Para peneliti memasang pipa knalpot mesin dengan menutup tas teflon. Ketika tas penuh mereka menemukan sinar Matahari melakukan reaksi kimia yang biasanya akan terjadi di udara terbuka. Partikel padat dihasilkan oleh interaksi antara microdroplet berminyak dan gas.

"Pendorong kimia ini adalah hydroxyl radical atau OH, oksidan yang paling efektif dalam katalisasi pemecahan hidrokarbon berminyak. Untuk membuat hidroksil radikal ini, Anda perlu sinar Matahari," kata Robinson.

Oksidasi sinar Matahari dari knalpot yang dipancarkan dapat menghasilkan partikel 35 kali lebih dari mesin biasa dan 10 kali model yang telah diprediksi, kata tim peneliti melapor ke Atmospheric Chemistry and Physics.

"Jika anda menuggu antrian nomor 46 untuk lepas landas, Anda bisa menghabiskan satu jam dengannya," kata Robinson.

Walaupun peneliti mengukur emisi langsung yang keluar di belakang pesawat terbang, studi ini pertama kali melihat apa yang terjadi ketika emisi di bawah sinar Matahari, kata Richard Miake-Lye, direktur Aerodyne Research di Billerica, Mass.

Data baru "sangat penting menjelaskan tentang bagaimana dampak emisi pesawat terhadap kualitas udara lokal dan regional," kata Miake-Lye.

"Saya tidak berpikir mereka jauh pada implikasi partikel. Generasi partikel oleh penuaan gas dan hidrokarbon sulit untuk diketahui. Tetapi banyak bereaksi dalam kimia atmosfer," kata George Thurston, enviromentalis kesehatan dari New York University Medical Center di Langone Tuxedo.

Seperti polusi dari mobil, truk dan cerobong asap cenderung menurun, emisi bandara cenderung naik, kata Ronald Henry, statistikawan dari University of Southern California di Los Angeles, meskipun pencemaran bandara cenderung dilokalisasi dalam beberapa kilometer.

"Sekarang tampaknya memang dapat menjadi sumber signifikan partikel ultrafine. Dan efek kesehatan," kata Henry.
Secondary aerosol formation from photochemical aging of aircraft exhaust in a smog chamber

Penulis :

M. A. Miracolo1, et.al

Afiliasi :
  1. Center for Atmospheric Particle Studies, Carnegie Mellon University, Pittsburgh, PA, 15213, USA
Penerbit : Atmospheric Chemistry and Physics, 11, 4135-4147, 2011

Download dan Akses : DOI:10.5194/acp-11-4135-2011
Allen Robinson http://www.me.cmu.edu/allen/
Richard Miake-Lye http://www.aerodyne.com/catd/catd.html
George Thurston http://www.med.nyu.edu/biosketch/gdt1
Ronald Henry http://cee.usc.edu/faculty-staff/faculty-directory/faculty-henry.htm

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment