Pages

Simulasi Robotika Seleksi Gen Kerabat Untuk Evolusi Perilaku Altruisme

Jurnal KeSimpulan.com - Robot menunjukkan evolusi altruisme. Para ilmuwan di Swiss menyatukan teka-teki evolusi perilaku yang tidak mementingkan diri sendiri.

Sebuah penelitian bagian dari proyek ECAGENTS dan SWARMANOID yang sebagian didanai oleh Uni Eropa sebesar EUR 5,8 juta menggunakan simulasi evolusi genetika selama ratusan generasi dengan robot sederhana untuk memberikan bukti seleksi kerabat dan dilaporkan ke PLoS Biology.

Ekspresi gen altruistik sudah tidak asing di alam, satu generasi mendapatkan dari kerabat yang datang sebelumnya. Sebuah contoh semut pekerja. Semut yang steril melakukan pengorbanan altruistik dengan tidak mentransmisikan gen mereka untuk menjamin kelangsungan hidup genetik ratu. Seleksi kin terjadi ketika seorang individu mengorbankan diri untuk menjamin kelangsungan hidup kode genetik kerabat lain.

Pada tahun 1960-an, biolog WD Hamilton mengusulkan satu set kondisi di mana perilaku altruistik berevolusi. Sekarang peneliti memanggil 'aturan' seleksi intern keluarga ini.

Ketika berlaku sistem jatah makanan individu dalam keluarga, mereka mengurangi kesempatan untuk bertahan hidup tetapi disisi lain meningkatkan kemungkinan bahwa anggota keluarga yang lain akan mewariskan gen mereka. Di bawah regulasi ini kedekatan genetik mempengaruhi organisme tentang sebuah saham individu dengan yang lain.

Hingga saat ini menjadi tantangan bagi para ilmuwan untuk menguji evolusi altruisme ini terutama karena kurangnya eksperimen dan fakta bahwa terlalu banyak variabel yang terlibat.

Dario Floreano, insinyur robotika Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) di Swiss, dan rekannnya menggunakan simulasi gen dan fungsi genom pada robot yang berkembang dengan cepat. Peneliti memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk menghitung biaya dan manfaat yang terkait dengan sifat-sifat evolusi tersebut.

"Penelitian ini cermin regulasi Hamilton yang sangat baik untuk menjelaskan ketika gen altruistik diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan ketika tidak," kata Laurent Keller, bioevolusioneris University of Lausanne.

Floreano dan Keller menunjukkan robot melakukan tugas-tugas kompleks evolusi selama beberapa generasi. Dalam eksperimen ini, mereka menggunakan robot yang bisa menangani tugas-tugas yang lebih kompleks termasuk menentukan apakah berbagi obyek atau tidak.

"Kami menunjukkan eksperimen ini dan ekstraksi sebuah algoritma yang dapat digunakan untuk mengembangkan kerjasama dalam setiap jenis robot. Kami menggunakan algoritma altruisme untuk memperbaiki sistem kontrol robot dan kita melihat mereka bekerjasama secara efektif dan terbang dalam formasi swarm lebih berhasil," Floreano.
A Quantitative Test of Hamilton's Rule for the Evolution of Altruism

Penulis :

Markus Waibel1

Afiliasi :
  1. Laboratory of Intelligent Systems, School of Engineering, Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne, Lausanne, Switzerland
Penerbit : PLoS Biology 9(5): e1000615, May 3, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1000615
Dario Floreano http://people.epfl.ch/dario.floreano
Laurent Keller http://www.unil.ch/dee/page6763.html

Gambar : Markus Waibel et.al., PLoS Biology, DOI:10.1371/journal.pbio.1000615.g001

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment