Pages

Pencitraan Satelit Gemerlap Lampu Kota Untuk Formulasi Statistik Ekonomi

Jurnal KeSimpulan.com - Gemerlap lampu indikasi kota kaya. Pencitraan satelit mengukur kecerahan kota di malam hari untuk formulasi statistik ekonomi kawasan masyarakat.

Terbang di atas kota pada malam saat langit cerah, Anda menikmati panorama permata di bawah. Pencakar langit menyala, bersinar dari jendela rumah yang tersebar, dan jalan berdenyut putih dan merah karena mobil merangkak di sepanjang jalan perumahan.

Semua penggunaan listrik ini cenderung menunjukkan bahwa kota memiliki uang untuk dibelanjakan. Dan sebuah studi baru, ekonom menunjukkan pengukuran area lampu dengan satelit mengungkap bagaimana ekonomi berkembang di sana.

Menilai status ekonomi negara seperti Amerika Serikat relatif mudah karena data yang relevan dengan cermat dilaporkan dan tersedia secara luas sehingga siapapun dengan mudah menghitung langkah-langkah pembangunan ekonomi seperti produk domestik bruto (PDB).

Mengukur PDB tidak mudah bagi negara-negara dengan pelaporan keuangan yang buruk seperti Indonesia atau pelaporan bias dan manipulatif seperti China yang selama ini lebih banyak mengklaim daripada realita. Dan ekonom mungkin juga melupakan dokumentasi pola-pola pertumbuhan ekonomi dari hampir semua wilayah kecil dan terpencil.

Dengan harapan untuk menemukan alternatif cara mengukur GDP, Xi Chen dan William Nordhaus, makroekonom dari Yale University beralih ke pencitraan malam hari yang diambil oleh satelit U.S. Air Force. Mereka overlay kotak pada gambar-gambar resolusi tinggi dan mengukur jumlah cahaya yang berasal dari setiap sel.

Untuk negara-negara bagian yang menyediakan informasi ekonomi secara luas dianggap dapat dipercaya, sinar cerah di suatu wilayah berkorelasi erat dengan PDB yang lebih tinggi di daerah tersebut, Xi Chen, et.al., melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Dengan data ini, para ekonom membangun sebuah model statistik, mengoreksi variabel tertentu seperti lokasi benua dan distorsi atmosfer yang kemudian memungkinkan mereka untuk memprediksi PDB negara-negara dengan status ekonomi tidak jelas. Ini bukti konsep model yang dapat diterapkan untuk banyak skenario dimana PDB tidak diketahui atau tidak dilaporkan.

"Membangun perangkat, data benar-benar menarik akan datang ketika orang mulai menggunakan alat ini," kata David Weil, ekonom dari Brown University, yang secara independen bekerja pada proyek serupa.

Weil memperingatkan pencitraan satelit malam hari adalah mengukur dengan error tinggi tentang PDB, tetapi keindahan strategi bahwa hal itu dapat ditambahkan ke dalam laporan pemerintah bahkan yang salah untuk meningkatkan akurasi secara keseluruhan.

Nordhaus sependapat harus hati-hati ketika menggunakan model pencitraan malam hari. Kota dengan ekonomi sangat baik dapat berbeda secara signifikan dalam output cahaya. Las Vegas dengan kasino mencolok dan dioperasikan sepanjang malam jauh bercahaya, tetapi kurang produktif dibanding Salt Lake City dimana penduduk cenderung tidur lebih awal. Selain itu satelit yang digunakan bukan dibuat khusus untuk mengukur lampu kota sehingga foto tidak dioptimalkan.

Namun, para peneliti mengatakan ukuran baru ini dapat berguna untuk proyek-proyek yang tak terhitung banyaknya seperti memahami batas wilayah suku di Afrika dan bagaimana membandingkan pertumbuhan ekonomi.

Nordhaus menunjukkan strategi cahaya malam bisa berguna ketika ekonom tertarik pada kesehatan masyarakat, konflik sipil, atau perubahan lingkungan yang bisa menggunakan gambar untuk memahami bagaimana faktor-faktor mempengaruhi PDB suatu negara dari waktu ke waktu.
Using luminosity data as a proxy for economic statistics

Penulis :

Xi Chen1,2 and William D. Nordhausa1

Afiliasi :
  1. Department of Economics, Yale University, New Haven, CT 06520
  2. Department of Sociology, Quinnipiac University, Hamden, CT 06518
Penerbit : PNAS, May 16, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1017031108
William Nordhaus http://cowles.econ.yale.edu/faculty/nordhaus.htm
Xi Chen http://www.yale.edu/
David Weil http://www.econ.brown.edu/faculty/David_Weil/

Gambar : Xi Chen, et.al., PNAS, DOI:10.1073/pnas.1017031108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment