Pages

Kenaikan Permukaan Laut Oleh Dinamika Es Greenland Hanya Setengah

Jurnal KeSimpulan.com - Es Greenland tidak terburu-buru menaikkan permukaan air laut. Kontribusi es Greenland terhadap kenaikan air laut untuk tahun 2100 hanya setengahnya.

Kabar baik dan jarang terdengar tentang lapisan es di Greenland. Namun modeling yang akurat meniru bagaimana es menanggapi peningkatan suhu dengan tergelincir dan meluncur ke laut sehingga menaikan permukaan air mungkin lebih kecil daripada apa yang selama ini ditakuti.

Pada tahun 2007 akun perkiraan kenaikan permukaan laut dimana Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sulit melihat kontribusi lapisan es Greenland dan Antartika karena secara fisika terlalu sulit dipahami dan terlalu kompleks membangun sebuah model. Akibatnya, IPCC memprediksi laut naik pada level terandah 18-59 sentimeter pada tahun 2100.

Menggunakan data satu dekade terakhir, Stephen Price, glasiolog Los Alamos National Laboratory di New Mexico menunjukkan lapisan es bergerak dalam cara yang sama seperti aslinya. Secara khusus, model akurat mereproduksi bagaimana gangguan di tepi lapisan es mengarah ke gerakan awal yang besar, diikuti dengan beberapa dekade gerakan yang lebih kecil.

Price menghitung perubahan lapisan es antara 1997 hingga 2007 sebagai respon terhadap gangguan termal pada awal tahun 2000 akhirnya mengarah pada kenaikan 0,6 cm. Dengan asumsi gangguan termal yang sama terjadi setiap dekade, lapisan es menaikkan permukaan laut sekitar 4,5 sentimeter pada tahun 2100 dan melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Hitungan ini sekitar setengah dari perkiraan sebelumnya sekitar 9 cm yang dihitung oleh Tad Pfeffer, glasiolog University of Colorado di Boulder, dan rekannya. Tetapi studi Pfeffer merupakan skenario terburuk di mana semua proses kendali permukaan laut naik yang didorong ke batas absolut. Pfeffer mengatakan studi Price merupakan perkiraan yang lebih masuk akal tentang apa yang sebenarnya mungkin terjadi.

"Mereka menggunakan skenario yang lebih realistis dan model mereka benar-benar didasarkan pada fisika," kata Pfeffer.

Model ini "lompatan luar biasa ke depan," kata Richard Alley, geografer Pennsylvania State University di University Park.

Namun Alley mengatakan penelitian tidak datang dengan batas atas kenaikan permukaan laut, seperti kasus terburuk dalam model skenario yang dilakukan Pfeffer.

"Di masa depan gangguan pemanasan [termal] mungkin akan menjadi lebih besar, atau bahkan lebih sering, variabel yang tidak dipertimbangkan dalam model Price," kata Alley.

Pfeffer mengatakan sementara pulsa air laut hangat mengganggu lapisan es mungkin menjadi lebih hangat dalam seabad sebagai peningkatan suhu global yang tidak selalu berarti memiliki efek yang lebih besar terhadap es.

"Respon ditentukan oleh apa yang mampu dilakukan gletser. Anda dapat mencabut steker keluar lebih keras tetapi tidak membuat air habis lebih cepat," kata Pfeffer.
Committed sea-level rise for the next century from Greenland ice sheet dynamics during the past decade

Penulis :

Stephen F. Price1, et.al.

Afiliasi :
  1. Fluid Dynamics and Solid Mechanics Group, Los Alamos National Laboratory, T3 MS B216, Los Alamos, NM 87545
Penerbit : PNAS, May 16, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1017313108
Laporan terkait :

W. T. Pfeffer (Institute of Arctic and Alpine Research, University of Colorado, Boulder, CO 80309, USA), et.al. Kinematic Constraints on Glacier Contributions to 21st-Century Sea-Level Rise. Science, 5 September 2008: Vol.321 no.5894 pp.1340-1343, DOI:10.1126/science.1159099

Stephen Price http://public.lanl.gov/sprice/
Tad Pfeffer http://instaar.colorado.edu/people/bios/pfeffer.html
Richard Alley http://www3.geosc.psu.edu/people/faculty/personalpages/ralley/
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC) http://www.ipcc.ch/

Gambar : Stephen F. Price http://public.lanl.gov/sprice/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment