Pages

Imunoglobulin T-sel dan TIM-1 Menjadi Reseptor Ebolavirus Zeire

Jurnal KeSimpulan.com - Ebolavirus Zaire, agen yang sangat efektif dari demam hemorrhagic, dapat menyebar melalui udara dan menyapu seluruh populasi orang yang terinfeksi.

Struktur rinci akun virus baru-baru ini telah dijelaskan, tetapi bagaimana virus terkait ke sel-sel manusia masih merupakan misteri. Andrew Kondratowicz, mikrobiolog dari University of Iowa di Iowa City, melakukan analisis genetika komparatif untuk menemukan protein host yang dapat berpotensi sebagai dermaga dengan akun glikoprotein virus dan memungkinkan infeksi.

Protein yang disebut imunoglobulin T-sel dan mucin domain protein atau TIM-1 ditemukan di permukaan mukosa ginjal manusia, trakea, kornea dan konjungtiva, justru melakukan fungsi ini. Tim peneliti merekayasa produksi TIM-1 pada sel ginjal embrio manusia yang biasanya tidak memproduksi protein dan dengan demikian melawan virus, dan menemukan bahwa infeksi Ebola meningkat sampai 30 kali lipat.

Sebaliknya, menekan produksi TIM-1 pada sel ginjal monyet dimana bagian luar permukaan dipenuhi dengan protein dapat menggagalkan infeksi. Lebih lanjut, antibodi monoklonal diarahkan terhadap TIM-1 sebagian besar memblokir infeksi sel ginjal monyet dan melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Para peneliti berpendapat sel-sel yang menyimpan TIM-1 dapat berfungsi sebagai port virus masuk ke dalam tubuh manusia saat menghirup partikel virus aerosol atau melalui tangan, mata atau hidung. Oleh karena itu, obat antivirus yang memblokir TIM-1 berpotensi bisa membantu melawan infeksi.
T-cell immunoglobulin and mucin domain 1 (TIM-1) is a receptor for Zaire Ebolavirus and Lake Victoria Marburgvirus

Penulis :

Andrew S. Kondratowicz1, et.al.

Afiliasi :
  1. Departments of Microbiology, Pediatrics, Pathology, and Ophthalmology, Carver College of Medicine, University of Iowa, Iowa City, IA 52242
Penerbit : PNAS, May 2, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1019030108
Gambar : Andrew S. Kondratowicz, et.al. PNAS, DOI:10.1073/pnas.1019030108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment