Pages

Implementasi Skema Smart REDD Untuk Biaya Deforestasi dan Degradasi Hutan

Jurnal KeSimpulan.com - Target rencana Smart-REDD penyebab deforestasi. Strategi fokus pada deforestasi untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

Sebuah skema dengan membayar orang-orang di negara berkembang untuk mengurangi emisi karbon akibat deforestasi terganggu oleh 'kebocoran', pohon yang tidak ditebang di satu hutan tetapi ditebang di tempat lain untuk menutup sumber daya mereka terdahulu.

"Untuk menjadi cerdas menggunakan uang dalam menyimpan karbon, anda harus melakukannya dengan cara mendorong secara inheren," kata Brendan Fisher, ekonom lingkungan dari Princeton University di New Jersey, melapor ke Nature Climate Change.

Fisher melakukan analisa mendalam di wilayah Eastern Arc Mountains Tanzania (sebuah 'hot spot' keanekaragaman hayati) untuk mengetahui bagaimana dampak program PBB untuk Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) di sana.

REDD+ bertujuan untuk memberi kesempatan kepada negara-negara maju dengan cara murah dalam mengimbangi emisi karbon dioksida mereka dengan membayar negara-negara berkembang agar tidak menebang hutan dan dengan demikian menjaga karbon terserap pepohonan.

"Hanya melestarikan sebidang tanah tidak berarti bahwa pasar dari tempat lain akan memasok makanan untuk orang-orang. Dengan kerawanan pangan, hasil yang rendah dan populasi yang tumbuh di sub-Sahara Afrika, konservasi lahan pertanian masa depan dapat memunculkan biaya yang serius pada masyarakat dalam hal kesejahteraan dan mata pencaharian mereka," kata Fisher.

'Smart-REDD' diharapkan menyediakan uang untuk pupuk, benih dan pelatihan pertanian dalam meningkatkan hasil panen lahan pertanian yang ada dan membantu untuk memenuhi peningkatan permintaan bahan pangan. Selain itu, distribusi gratis kompor hemat bahan bakar akan mengurangi kebutuhan arang.

Sebuah rencana Smart-REDD yang akan mencakup biaya pengawasan hutan akan lebih mahal daripada hanya membayar masyarakat untuk tidak menggunakan lahan (US$ 6,50 dibandingkan dengan US$3,90 per ton karbon dioksida yang disimpan).

Tapi secara bersamaan akan mencegah kebocoran, meningkatkan produksi pangan dan mengurangi emisi. Dan bahkan jika hasil panen harus dua kali lipat, biaya akan tetap hanya US$12 per ton yang hanya setengah harga dari karbon yang ditetapkan oleh European Union's Emission Trading Scheme (sekitar US$24 per ton).

"Biaya masih sangat kompetitif. Ini masih salah satu cara paling murah untuk mengurangi pemanasan global," kata Doug Boucher, direktur penelitian iklim dan analisis di Union of Concerned Scientists di Washington DC.
Implementation and opportunity costs of reducing deforestation and forest degradation in Tanzania

Penulis : Brendan Fisher1, et.al.

Afiliasi :
  1. Program in Science, Technology and Environmental Policy (STEP), Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, Princeton University, Princeton, New Jersey 08544, USA
Penerbit : Nature Climate Change, 29 May 2011

Download dan Akses : (maaf akses kami disable)

Artikel Lainnya: