Pages

Evolusi Singkat Siput Kerucut Conus spp Membangun Persenjataan

Jurnal KeSimpulan.com - Bagaimana bekicot menggunakan racun? Siput kerucut (Conus spp.) mengevolusi diri dari herbivora menjadi karnivora dalam waktu singkat.

Anda akan mengalami frustrasi berat menjadi siput predator karena semua orang bisa berlari lebih cepat Anda. Untuk memberondong siapa saja yang selalu menggangu, Siput kerucut (Conus spp.), sebuah moluska laut raksasa, mengevolusi diri dengan lubang mulut tombak penuh gigi yang memuat racun, lompatan ke mangsa untuk melumpuhkan mereka, kemudian ditarik ke dalam mulutnya.

Tetapi kelenjar racun itu sendiri sangat unik dalam bentuk anatomis spaghetti yang telah membuat bingung para ilmuwan selama lebih dari satu abad. Menyingkap observasi aneh oleh seorang naturalis Perancis abad ke-19 yang percaya bahwa kelenjar racun dibangun di jaringan yang dilucuti dari kerongkongan.

Louise Page, biolog dari University of Victoria, menggeledah bayi siput dan mempelajari anatomi tenggorokan mereka serta menemukan bahwa perubahan struktural yang sangat kecil di kerongkongan sehingga terlalu kecil untuk mengganggu kebiasaan herbivora sebuah bekicot leluhur menjadi kelenjar racun setelah bekicot menjadi dewasa menjadi karnivora.

Page mengusulkan ke Proceedings of the Royal Society B transisi ini dapat menjelaskan bagaimana siput mengembangkan meriam persenjataan mereka yang kompleks dan menjadi karnivora selama jangka waktu evolusi yang singkat.
Developmental modularity and phenotypic novelty within a biphasic life cycle: morphogenesis of a cone snail venom gland

Penulis :

Louise R. Page1

Afiliasi :
  1. Department of Biology, University of Victoria, Victoria, British Columbia, Canada V8W 3N5
Penerbit : Proceedings of the Royal Society B, May 18, 2011

Download dan Akses : (maaf link kami disable)
Louise R. Page http://web.uvic.ca/~lpage/

Gambar : Sally Johnsen and Bruce Livett (David Paul, University of Melbourne)

Artikel Lainnya: