Pages

Adaptasi Lanskap Geografis Tentukan Munculnya Strain Virus Chikungunya Asia

Jurnal KeSimpulan.com - Mutasi adaptif mendasari wabah nyamuk. Kemampuan beradaptasi strain virus patogen menentukan jalur perjalanan geografis wabah penyakit.

Jangkauan geografis virus patogen yang memicu wabah sering tergantung pada kemudahan virus beradaptasi dengan host baru, tetapi faktor genetik yang mendasari proses ini tidak dipahami dengan baik.

Konstantin Tsetsarkin, patolog dari University of Texas Medical Branch di Galveston, menjelajahi adaptasi genetik keturunan virus Chikungunya yang ditularkan nyamuk asal Afrika dan menyebabkan wabah dahsyat di Asia Tenggara antara tahun 2006 dan 2009 serta melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Strain endemik virus telah beredar di wilayah penderita selama lebih dari 6 dekade, namun strain yang menyebabkan epidemi di Asia salah satunya berasal dari Afrika dan telah beradaptasi untuk berkembang di dalam sebuah vektor atipikal yang ditemukan hampir di seluruh Asia Tenggara yaitu nyamuk Aedes albopictus.

Para peneliti mengatakan strain Asia tidak dapat menginfeksi A. albopictus karena dua mutasi yang mengubah komposisi asam amino glycoprotei virus. Interaksi genetik antara dua mutasi mencegah efesiensi strain virus Asia menginfeksi vektor baru.

Mekanisme molekuler yang tepat di mana mutasi mempengaruhi infeksi nyamuk tetap tidak diketahui, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan beradaptasi terkait strain virus patogen dapat menentukan jalur perjalanan geografis wabah penyakit.
Chikungunya virus emergence is constrained in Asia by lineage-specific adaptive landscapes

Penulis :

Konstantin A. Tsetsarkin1,et.al

Afiliasi :
  1. Institute for Human Infections and Immunity, Center for Tropical Diseases and Department of Pathology, University of Texas Medical Branch, Galveston, TX 77555
Penerbit : PNAS April 25, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1018344108
Gambar : Konstantin A. Tsetsarkin, et.al. PNAS, DOI:10.1073/pnas.1018344108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment