Pages

Teamwork Semut Api Solenopsis invicta Terus Berusaha Mengapung

Jurnal KeSimpulan.com - Teamwork Semut Api Solenopsis invicta terus berusaha tinggi dan kering. Kerjasama bug untuk mengapung seperti perahu.

Kerjasama dan saling keterkaitan membuat semut dapat membentuk segel kedap air agar tidak tenggelam, demikian temuan fisikawan dari Georgia Institute of Technology melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Semut Api (Solenopsis invicta) tahu bagaimana bertahan hidup ketika bencana banjir datang, mereka mengubah tubuh menjadi rakit kehidupan. Sebuah studi baru mengeksplorasi fisika dalam membuat sekoci semut api yaitu koloni waterborne yang kadang-kadang terdiri dari puluhan ribu bug untuk mengapung. Dan keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya, kata Julia Parrish, akuatik-zoolog dari University of Washington di Seattle.

"Menampilkan sifat kelompok tidak selalu dapat diprediksi dengan hanya melihat satu orang," kata Parrish.

Solenopsis invicta adalah spesies invasif di sebagian lahan di Bumi dan mereka sangat-sangat siap menghadapi bencana. Ketika rumah mereka kebanjiran maka seluruh koloni termasuk ratu, pekerja pencari makanan dan pekerja penjaga larva.

"Mereka harus tinggal bersama sebagai koloni untuk bertahan hidup," kata Nathan Mlot, mekanikawan dari Georgia Institute of Technology.

Semut membuat rakit double-decked dengan sekitar setengah semut mengapung di atas lainnya untuk sehari hingga bahkan berminggu-minggu. Pada skala kecil, semut tunggal dapat berjalan di atas air, setidaknya untuk waktu tingkat, mirip dengan pin mengambang atau serangga air. Ketika basah, semut api juga dapat membuat gelembung udara kecil, mungkin karena lapisan tipis rambut yang menutupi tubuh untuk menambah daya apung.

Pada skala besar, individu terjalin bersama-sama begitu erat dengan saling memegang kaki dan tangan bahwa air tidak dapat menyelinap melalui celah-celah. Semut yang membentuk lambung sekoci ini menyentuh air tetapi tidak pernah tenggelam. Dan rakit semut cukup fleksibel untuk menahan berdesak-desakan.

Mlot dan rekan-rekannya merekam pembangunan rakit darurat dengan menjatuhkan bola beku hingga pada 7.000 semut ke dalam air.

Tidak peduli berapa banyak bug menempel ke rakit, struktur ini mengadopsi tebal 8 milimeter seperti bentuk "serabi". Ketika tim memungut semut dari atas maka yang lain merangkak naik dari bawah. Semut tidak berpikir apa yang mereka lakukan. Jika sebuah ruang terbuka di atas maka bug memanjat.

"Setiap semut bekerja pada beberapa aturan sederhana," kata Mlot.

Dengan aturan sederhana, semut mampu membangun struktur yang luar biasa, kata Eric Klavins, bio-sistemolog dari University of Washington. Banyak insinyur membangun robot dalam citra tersendiri yaitu berukuran besar dan banyak kekuatan pemrosesan. Tetapi dengan mempelajari bagaimana semut berinteraksi, insinyur mungkin dapat merancang robot yang berjalan pada prosesor yang lebih kecil dan dapat bekerja dalam untuk membangun seperti jembatan darurat.

"Semut yang keren," kata Klavins.

Model ini penting, kata Jeffrey Aristoff, matematikawan air dari Princeton University, karena memungkinkan peneliti memprediksi apa yang akan terjadi pada struktur semut dengan jutaan anggota yang menakutkan untuk dilakukan di lab. Model ini juga dapat digunakan untuk menentukan bagaimana berbagai kemasan anti air.

"Penelitian ini merupakan eksperimental tour de force," kata Scott Turner, biolog dari State University of New York College of Environmental Science and Forestry di Syracuse.

Hasilnya dapat memandu insinyur yang ingin merancang, tetapi aplikasi seperti ini mungkin puluhan tahun di masa depan. Adapun dampak langsung studi tersebut?

"Saya pikir orang akan bergidik melihat betapa mudahnya semut api bisa mengapung," kata Turner.
Fire ants self-assemble into waterproof rafts to survive floods

Penulis :

Nathan J. Mlot1, Craig A. Toveyb2, and David L. Hu1,3

Afiliasi :
  1. Schools of Mechanical Engineering,
  2. Industrial and Systems Engineering, and
  3. Biology, Georgia Institute of Technology, Atlanta, GA 30318
Penerbit : PNAS April 25, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1016658108
Julia Parrish http://fish.washington.edu/people/parrish/
Nathan Mlot http://antlab.gatech.edu/antlab/Home.html
Eric Klavins http://www.ee.washington.edu/faculty/klavins_eric/
Jeffrey Aristoff http://www.jeffreyaristoff.com/
Scott Turner http://www.esf.edu/efb/faculty/turner.htm

Gambar : Nathan Mlot http://antlab.gatech.edu/antlab/Home.html
Video : antlabGT's Channel http://www.youtube.com/user/antlabGT






Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment