Pages

Rebubidaya Mikrobiom Usus Manusia Membandingkan Ribosomal RNA

Jurnal KeSimpulan.com - Menciptakan kembali komunitas bakteri usus manusia. Suatu hari nanti manipulasi microbiome dapat membantu probiotik dan mengatasi kurang gizi.

Para peneliti semakin menyadari pentingnya bakteri usus untuk kesehatan manusia. Untuk sepenuhnya memahami dan mengeksploitasi mikrobiom manusia, peneliti perlu kultur bakteri ini, tetapi mengetahui secara persis dan seberapa dekat budaya populasi sesuai dengan total masyarakat usus masih merupakan misteri.

Andrew Goodman, genomikawan dari Washington University School of Medicine di St. Louis, membudidayakan sekitar 30.000 koloni bakteri dari sampel kotoran dua manusia yang tidak terkait, dan membandingkan ribosomal RNA dengan RNA bakteri dari sampel asli.

Hampir semua sekuens RNA ribosomal yang diamati dalam sampel kotoran lengkap berbagi filum yang sama, kelas, dan ketertiban sebagai bakteri dalam koleksi budaya yang sesuai, dan 56% sekuens milik tingkat spesies filogenetik yang sama.

Untuk menentukan bagaimana kultur bakteri secara in vivo, para peneliti melakukan transplantasi komunitas lengkap budaya bakteri ke dalam tikus steril. Kedua jenis memamerkan dinamika masyarakat kolonisasi serupa dan distribusi di sepanjang usus, serta melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Jika model tikus beralih dari diet nabati yang rendah lemak ke diet tinggi lemak dan tinggi gula, maka koleksi budaya yang ditransplantasikan ditanggapi sama dengan komunitas bakteri yang transplantasi lengkap tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa peneliti dapat membuat, mengarsip, transplantasi, dan memanipulasi personal koleksi kultur usus manusia yang dapat membantu menemukan probiotik, dan membantu dokter mengobati kekurangan gizi dan gangguan lain.
Extensive personal human gut microbiota culture collections characterized and manipulated in gnotobiotic mice

Penulis :

Andrew L. Goodman1, George Kallstrom1, Jeremiah J. Faith1, Alejandro Reyes1, Aimee Moore1, Gautam Dantas1, Jeffrey I. Gordon1.

Afiliasi :
  1. Center for Genome Science and Systems Biology, Washington University School of Medicine, St. Louis, MO 63108
Penerbit : PNAS March 21, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1102938108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment