Pages

Penyebaran Mycobacterium tuberculosis Melalui Jalur Perdagangan

Jurnal KeSimpulan.com - Mengikuti perjalanan Tuberkulosis. Merunut perjalanan infeksi Mycobacterium tuberculosis, memahami evolusi strain penyakit TBC.

Bakteri TBC telah muncul pada perdagangan abad ke 18 di Kanada yaitu tanda tangan genetik bagaimana penyebaran penyakit dari imigran Eropa kepada masyarakat adat. Temuan ini dapat membantu peneliti memahami mengapa TB sangat sulit untuk diberantas.

Di sepanjang sejarah, tuberkulosis (TB) terkenal merenggut korban. Saat ini, sekitar sepertiga penduduk dunia menjadi rumah Mycobacterium tuberculosis yaitu bakteri penyebab TB. Orang sehat dapat hidup selama puluhan tahun dengan infeksi TB tanpa menjadi sakit, namun ketika gejala seperti munculnya batuk maka penyakit menyebar ke orang lain yang tinggal di dekatnya. Laporan WHO pada tahun 2009 menunjuk angka 1,7 juta orang di seluruh dunia tewan karena TBC.

Caitlin Pepperell, spesialis penyakit menular dari Stanford University di Palo Alto, California, melakukan studi TB pada populasi adat di Kanada. Evolusi genetik strain TB sendiri sebagai "sidik jari" dari waktu ke waktu.

Tetapi ketika seorang peneliti mengirim profil DNA M. tuberculosis yang dikumpulkan dari populasi Kanada Perancis yang tidak tinggal di dekat masyarakat asli, Pepperell melihat kedua kelompok memendam strain TB dengan tanda tangan genetik sangat mirip.

Pepperell dan rekannya menganalisis genetika bakteri TB dari Quebec keturunan Eropa bersama bakteri dari penduduk asli di Ontario, Saskatchewan, dan Alberta. Menggunakan model matematika dan analisis statistik, mereka menelusuri penyebaran strain tertentu tuberkulosis yang ditandai dengan patch unik DNA yang hilang, kembali ke masa abad ke-18.

Selama era ini, gelombang pedagang Perancis berkelana ke Kanada dan menikahi perempuan pribumi. Penyakit ini dialami masyarakat pribumi "pada tingkat rendah" selama beberapa dekade, kata Pepperell. Kemudian penyakit mewabah menjadi epidemi pada berskala besar pada abad 19 dan 20.

Pepperell mengatakan saran kunci dari hasil studi yang dilaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) bahwa TB dapat tersebar luas dan bertahan di hampir tingkat tak tersetuh hingga kondisi tekanan seperti kurang gizi atau kemiskinan, daya tahan lemah dan peluang perpidahan bakteri.

Mark Tanaka, biomatematikawan dari University of New South Wales di Sydney, Australia, mengatakan studi mengesankan dalam cara menarik set beragam instrumen untuk merekonstruksi sejarah epidemi.

"Ada banyak contoh lain seperti integrasi informasi tetapi tidak pada tingkat yang sama," kata Tanaka.

Roman Biek, biolog dari University of Glasgow di Inggris yang mempelajari ekologi dan evolusi penyakit menular, sependapat bahwa penelitian memberi warna sejarah menarik, tetapi Biek mencatat hasilnya tidak akan menulis ulang pemahaman dasar tentang dinamika penyakit TBC. Pepperell tidak menarik resep kebijakan khusus melawan TB dalam penelitian ini.

"Kita telah membuang banyak sumber daya untuk TB," kata Biek.
Dispersal of Mycobacterium tuberculosis via the Canadian fur trade

Penulis :

Caitlin S. Pepperell1, et.al.

Afiliasi :
  1. Division of Infectious Diseases and Department of Biology, Stanford University, Stanford, CA 94305
Penerbit : PNAS April 4, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1016708108
Caitlin Pepperell http://med.stanford.edu/profiles/Caitlin_Pepperell/
Mark Tanaka http://www.babs.unsw.edu.au/directory.php?personnelID=31
Roman Biek http://www.gla.ac.uk/departments/ecologyevolutionarybiology/researchinterests/academicstaff/romanbiek/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment