Pages

Meteorit Chondritic Termagnetisasi Allende Lapisan Luar Yang Tidak Meleleh

Jurnal KeSimpulan.com - Meteorit chondritic termagnetisasi berasal dari induk yang berbeda. Sampel Allende mungkin fragmen dari lapisan luar yang tidak meleleh.

Chondritic meteorites yaitu fragmen benda langit dari tata surya awal tidak menunjukkan fitur identifikasi proses pencairan planet yang membuat para peneliti dapat menyimpulkan bahwa form tua chondrite terlalu kecil mengalami pencairan skala besar.

Laurent Carporzen, planetolog dari Massachusetts Institute of Technology di Cambridge menganalisa sampel dari Allende yaitu sebuah chondrite ekstensif dengan kandungan magnetisasi yang tidak biasa dan melaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) bahwa meteorit mungkin merupakan fragmen dari lapisan luar yang tidak meleleh dari sebagian induk yang meleleh.

Ketika besar form menyatu, gravitasi menarik material terpadat ke tengah, membentuk core logam cair, sekitar mantel, dan kerak silikat terluar. Layering ini atau diferensiasi merupakan pendorong konveksi dalam inti cair yang dapat menghasilkan medan magnet planet tersebut.

Meteorit dari badan-badan besar menanggung tanda tanda diferensiasi dan sering mempertahankan sisa magnetisasi. Dengan demikian, magnetisasi kuno Allende memiliki asal yang berbeda.

Memanfaatkan sejumlah teknik pengukuran, Carporzen menetapkan meteorit tersebut dimagnetisasi setelah material induk terbentuk dan kekuatan medan terletak dalam kisaran yang diprediksi untuk tubuh kecil yang berbeda. Para peneliti menyimpulkan bahwa Allende merupakan paradigma alternatif di mana meteorit chondritic dapat berasal dari lapisan luar yang tidak meleleh.
Magnetic evidence for a partially differentiated carbonaceous chondrite parent body

Penulis :

Laurent Carporzen1, et.al.

Afiliasi :
  1. Department of Earth, Atmospheric, and Planetary Sciences, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02139

Penerbit : PNAS April 4, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1017165108
Gambar : Laurent Carporzen, et.al. PNAS, DOI:10.1073/pnas.1017165108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment