Pages

Laporan Dataset Habitat dan Populasi Penguin Antartika Selama 30 Tahun

Jurnal KeSimpulan.com - Pencairan es Antartika membuat penguin kelaparan. Kompilasi dataset populasi dan habitat penguin selama kurun lebih dari 30 tahun.

Sejak 1979 setiap tahun, Wayne Trivelpiece, biooseanografer, dan istrinya, Susan, keduanya dari National Oceanic and Atmospheric Association's Antarctic Ecosystem Research Division di San Diego, California, menerjang suhu dingin dan hembusan angin rata-rata 40 kilometer per jam untuk melacak makanan, sarang, dan migrasi penguin chinstrap dan Adelie.

Saat ini populasi mereka di Semenanjung Antartika Barat dan di dekat Laut Scotia telah menurun drastis dan beberapa telah punah sebagai korban pemanasan Bumi yang menghalangi mereka ke habitat laut es. Dalam sebuah kompilasi data lebih dari 30 tahun yang dikumpulkan dari berbagai lokasi di sekitar Antartika, para peneliti menyimpulkan penguin tidak hanya keluar dari wilayah tetapi juga kelaparan.

Pada tahun 1992, duo peneliti ini bersama William Fraser, ekolog dan kini presiden Polar Ocean Research Group yang berbasis di Sheridan, Montana, mengusulkan apa yang mereka anggap sebagai "hipotesis habitat". Gagasan mencairnya es laut di sepanjang pantai Antartika merugikan penguin.

Suhu rata-rata di wilayah Laut Scotia, salah satu tempat yang paling cepat memanas di planet ini, mengalami kenaikan sebesar 5oC hingga 6oC selama 50 tahun terakhir. Secara drastis mengurangi jumlah tutupan es laut dan panjang waktu keberadaan es.

Para peneliti mengusulkan kehilangan habitat menjadi penyebab terbunuhnya penguin Adelie yang membutuhkan es untuk bertahan hidup. Sebaliknya, jumlah penguin chinstrap yang menghindari es laut terjadi booming. Tetapi dengan memasukkan data dari stasiun berbasis lahan dan kapal penghitung penguin, para peneliti memperluas data set.

Dalam sebuah laporan terbaru ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), Trivelpieces mengusulkan bahwa penurunan krill krustasea udang yang merupakan makanan pokok penguin menjadi menyebab penurunan penguin Adelie dan chinstrap, populasi yang sekarang menyusut masing-masing sebesar 2,9% dan 4,3% per tahun.

Ternyata, larva krill tergantung pada es laut dimana Adelie makan pada alga yang tumbuh di bagian bawah paket es yang telah turun sebesar 80% sejak tahun 1981.

Kembali di tahun 1980-an, Wayne Trivelpiece mengatakan, ketika para peneliti pertama mulai melihat penurunan cepat populasi penguin, tidak jelas apa penyebabnya. Untuk verifikasi dugaan bahwa penyebabnya adalah kekurangan makanan, mereka mulai mengeledah orang tua pinguin yang kembali dari laut dengan membalik mereka agar muntah pada ember dan mendorong isi perut mereka.

Pada penguin chinstrap ditemukan makan krill eksklusif. Penguin Adelie tergantung di atasnya juga. Riset yang berkelanjutan sepanjang 1990-an menunjukkan bahwa ukuran krill seragam artinya populasi krill hanya sedikit mengalami penurunan selama bertahun-tahun dan tetap tersedia dimakan penguin. Data satelit menunjukkan jumlah krill jatuh di daerah di mana es laut menyusut.

"Menjengkelkan melihat penguin menurun, ini pada akhirnya bermanfaat untuk menemukan korelasi," kata Trivelpiece.

Trivelpiece percaya populasi yang menyusut ini disebabkan oleh kematian bayi penguin. Setelah orangtua meninggalkan mereka, anak peguin berjuang sendiri, penguin muda berdiri di sekitar pantai melihat penurunan jumlah krill. Tanpa petunjuk mencari krill dan tanpa mengetahui apa yang harus dilakukan.

Dalam beberapa tahun, hanya 10% penguin muda tumbuh, turun dari 50% pada 1970-an. Sebaliknya, penguin Gentoo mengasuh anak mereka dalam berburu sebelum meninggalkan mereka, jumlah mereka tidak jatuh secara parah.

"Ini sepotong pekerjaan besar dan saya bersyukur kepada para ilmuwan seperti mereka yang membuat semacam komitmen," Oscar Schofield, oseanografer dari Rutgers University di New Brunswick, New Jersey.
Variability in krill biomass links harvesting and climate warming to penguin population changes in Antarctica

Penulis :

Wayne Z. Trivelpiece1, Jefferson T. Hinke1,2, Aileen K. Miller1, Christian S. Reiss1, Susan G. Trivelpiece1, George M. Watters1

Afiliasi :
  1. Antarctic Ecosystem Research Division, Southwest Fisheries Science Center, National Marine Fisheries Service, National Oceanic and Atmospheric Administration, La Jolla, CA, 92037
  2. Scripps Institution of Oceanography, University of California at San Diego, La Jolla, CA 92093
Penerbit : PNAS April 11, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1016560108
Wayne Trivelpiece http://swfsc.noaa.gov/staff.aspx?id=649
Oscar Schofield http://rucool.marine.rutgers.edu/index.php/People-Details/people-faculty-oscar-schofield.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment