Pages

Burung Gagak Corvus corax Melakukan Perdamaian Setelah Perkelahian

Jurnal KeSimpulan.com - Burung gagak berciuman dan berpelukan setelah perkelahian. Common Raven (Corvus corax) melakukan perdamaian setelah saling berkelahi.

Burung gagak yang marah mungkin saling menendang dan mengejar satu sama lain, tetapi menjadi sekutu dekat sesudahnya. Banyak primata dan mamalia lainnya berdamai setelah konflik, tetapi tidak ada bukti pada burung melakukannya, kata Orlaith Fraser, biokognisian dari University of Vienna di Wina, Austria.

Observasi tujuh kawanan gagak (Corvus corax), Fraser dan Thomas Bugnyar, kognisian juga dari UV, menemukan pasangan burung ini cenderung lebih ramah satu sama lain setelah mereka saling berkelahi satu sama lain 10 menit sebelumnya.

"Bukan hanya standar perilaku ramah," kata Fraser.

Sebaliknya burung gagak duduk saling menyentuh tubuh dan kadang-kadang menyentuh paruh mereka bersama-sama atau perintah diri satu sama lain. Raven tidaklah taktil seperti primata, jadi duduk dalam kontak adalah sinyal sosial yang kuat.

"Bukti sangat baik untuk rekonsiliasi," kata Filippo Aureli, zoobehavioris dari Liverpool John Moores University di Inggris.

Membandingkan perilaku khas hewan dengan perilaku yang ditunjukkan pada beberapa menit segera setelah berkelahi adalah "metode stabil" untuk mencari perilaku tersebut, kata Aureli.

Corvus corax yang bertengkar lebih mungkin untuk berdamai jika mereka sekutu, "Ini adalah mitra berharga dalam berbagi makanan dan saling mendukung dalam pertarungan," kata Fraser.

"Banyak hewan memiliki mekanisme untuk menjaga hubungan yang berharga," kata Phyllis Lee, psikoevolusi dari University of Stirling di Inggris.

Sosial hewan yang dapat mengenali orang lain dan membentuk hubungan jangka panjang paling mungkin untuk melakukan perdamaian, kata Lee.
Ravens Reconcile after Aggressive Conflicts with Valuable Partners

Penulis :

Orlaith N. Fraser1, Thomas Bugnyar1,2

Afiliasi :
  1. Department of Cognitive Biology, University of Vienna, Vienna, Austria
  2. Konrad Lorenz Forschungstelle, GrĂ¼nau, Austria
Penerbit : PLoS ONE 6(3): e18118, March 25, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0018118
Orlaith N. Fraser http://homepage.univie.ac.at/orlaith.fraser/
Thomas Bugnyar http://cogcom.univie.ac.at/research-projects/prof-thomas-bugnyar/
Filippo Aureli http://www.ljmu.ac.uk/NSP/98732.htm
Phyllis Lee http://www.psychology.stir.ac.uk/staff/plee/index.php

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment