Pages

Udang Krutasea Suka Ketenangan dan Tidak Suka Karang Karena Bising

Jurnal KeSimpulan.com - Krustasea mendambakan sedikit ketenangan. Hanya segelintir makhluk laut yang telah diketahui dapat mendengar, sekarang dibuka pendaftaran anggota baru.

Daftar fauna laut yang diketahui bisa mendengar mencakup mamalia, penyu, dan beberapa ikan. Sekarang studi baru meminta udang mengisi formulir untuk masuk menjadi anggota baru untuk menambah beragaman krustasea dalam jajaran bakat auditorial.

Invertebrata kecil tampaknya mengandalkan suara untuk mencari rumah yang nyaman. Terumbu karang adalah tempat yang bising dengan predator dan mangsa serta hiruk pikuk ikan. Tetapi sampai saat ini, peneliti kurang peduli untuk meneliti apakah invertebrata atau larva dari berbagai organisme menanggapi suara tersebut, terutama karena hewan ini tidak memiliki mekanisme yang dikenal para peneliti untuk mendeteksi.

Stephen Simpson, biooseanografer dari University of Bristol di Inggris, dan rekan-rekannya memulai mempertanyakan dengan menunjukkan bahwa larva ikan karang hanya beberapa hari atau minggu menggunakan suara untuk menemukan jalan di air terbuka ke terumbu karang di mana mereka menghabiskan hidup dewasa.

Pada bulan Mei tahun lalu, mereka melaporkan ke PLoS ONE yang menunjukkan bahwa larva karang melakukan hal yang sama. Sementara itu, bukti serupa yang dikumpulkan pada larva kepiting dan lobster batu, mendorong tim Simpson untuk melihat kembali beragam krustasea di Great Barrier Reef, Australia.

Untuk menguji apakah larva tertarik terhadap kebisingan karang, tim peneliti merancang laboratorium dengan membuat dua perangkap cahaya selama 34 malam di perairan agak jauh dari terumbu. Mereka memasang sistem suara bawah air yang mengeluarkan rekaman suara karang. Sistem suara lainnya hanya diam tidak mengeluarkan suara.

Mereka menangkap dan memelihara segala krustasea dalam perangkap. Tim mempekerjakan mahasiswa pascasarjana untuk mengidentifikasi dan menghitung semua 700.000 krustasea kecil di bawah mikroskop dan melapor ke PLoS ONE.

Tujuh dari delapan yang paling umum kelompok taksonomi termasuk larva kepiting, udang, dan krustasea yang disebut copepod, ostracod, hyperiid, mysid shrimp, dan gammarid menunjukkan perbedaan kecil tetapi signifikan dalam jumlah individu terjebak dalam dua perangkap. Ini menunjukkan bahwa krustasea dapat mendeteksi dan merespon suara.

Temuan juga menunjukkan kecenderungan ada fauna laut yang menyukai dan ada yang menghindari suara dimana perangkap diam menarik krustasea dari perangkap yang berisik, memberikan bukti pertama beberapa organisme menghindari suara karang, mungkin untuk menjauhi predator atau habitat tertentu yang tidak cocok untuk gaya hidup mereka.

Hanya larva kepiting yang menetap di terumbu, muncul lebih sering dalam perangkap bersuara. Enam jenis organisme yang tertangkap dalam perangkap diam tidak hidup di terumbu tetapi terutama dalam air terbuka atau di lantai sedimen laut.

Simpson mengatakan temuan menunjukkan bahwa peningkatan kebisingan laut dari kapal dan aktivitas manusia lainnya dapat menyebabkan masalah tidak hanya untuk mamalia laut tetapi juga untuk ikan yang tidak terhitung banyaknya dan invertebrata mencari makanan dan tempat tinggal.

Laut adalah "tempat yang sangat akustik," kata Sheila Patek, biolog dari University of Massachusetts di Amherst.

Banyak krustasea membuat suara sehingga akan mengejutkan jika mereka tidak bisa mendengar suara. Patek mengatakan pentingnya penelitian ini dalam usaha membantu mengatasi kesalahpahaman tentang laut yang selama ini dianggap diam.
Adaptive Avoidance of Reef Noise

Penulis :

Stephen D. Simpson1
Andrew N. Radford1
Edward J. Tickle1
Mark G. Meekan2
Andrew G. Jeffs3

Afiliasi :
  1. School of Biological Sciences, University of Bristol, Bristol, United Kingdom
  2. Australian Institute of Marine Science, The UWA Oceans Institute, Crawley, Australia
  3. Department of Marine Science, University of Auckland, Auckland, New Zealand
Penerbit : PLoS ONE 6(2): e16625, February 4, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0016625

Coral Larvae Move toward Reef Sounds

Penulis :

Mark J. A. Vermeij1,2
Kristen L. Marhaver3
Chantal M. Huijbers4
Ivan Nagelkerken4
Stephen D. Simpson5

Afiliasi :
  1. Carmabi Foundation, Willemstad, CuraƧao, The Netherlands Antilles
  2. Aquatic Microbiology, Institute for Biodiversity and Ecosystem Dynamics, University of Amsterdam, Amsterdam, The Netherlands
  3. Marine Biology Research Division, Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego, La Jolla, California, United States of America
  4. Department of Animal Ecology and Ecophysiology, Radboud University Nijmegen, Nijmegen, The Netherlands
  5. School of Biological Sciences, University of Bristol, Woodland Road, Bristol, United Kingdom
Penerbit : PLoS ONE 5(5): e10660, May 14, 2010.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0010660
Stephen Simpson http://www.bristol.ac.uk/biology/person/?personKey=njDuCp365xFexnW532D9vM92gtDcWU
Sheila Patek http://www.bio.umass.edu/biology/about/directories/faculty/sheila-patek

Credit : Live Fish http://www.livefish.com.au

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment