Pages

Tim Genetikawan Klaim Evolusi Manusia Awal Out of Southern Africa

Jurnal KeSimpulan.com - Out of southern Africa, usulan dari Afrika Selatan. Sebuah studi genetik menantang hipotesis bahwa manusia modern berevolusi di Afrika timur.

Sebuah analisis genetik populasi pemburu-pengumpul modern di Afrika menunjukkan bahwa manusia berevolusi di selatan benua dan bukan timur sebagaimana telaah saat ini. Temuan menghadirkan tantangan utama bagi bukti antropologi dimana tengkorak paling awal manusia modern secara anatomis semuanya ditemukan di Afrika timur dan bagi genetika maka manusia di seluruh dunia membawa subset gen yang ditemukan khususnya di Afrika timur.

Penelitian terbaru yang dilaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dipimpin oleh Brenna Henn, genetikawan dari Stanford University di California, menggunakan kit saliva-sampling untuk mengumpulkan DNA suku-suku asli yang jarang diteliti di Afrika. Tim ini fokus pada suku Hadza and Sandawe di Tanzania dan klik berbahasa Khomani dan Bushmen di Afrika Selatan.

Tim ini kemudian membandingkan sampel DNA yang dikumpulkan dengan DNA dari suku-suku asli yang selama ini lebih dipelajari secara ekstensif seperti suku Maasai di Kenya dan Tanzania, dan Yoruba di Afrika Barat. DNA juga dibandingkan dengan populasi Tuscany di Italia untuk variabel kontrol.

Para peneliti menganalisis single-nucleotide polymorphisms (SNPs) yaitu variasi kecil penempatan nukleotida (diwakili oleh huruf A, C, G atau T) dalam sekuens DNA bersama populasi manusia yang berbeda. Misalnya, urutan DNA spesifik yang berbagi antar sampel populasi, sebuah nukleotida A mungkin hadir pada satu suku di mana C hadir bagi orang lain.

Perbedaan semacam ini memungkinkan genetika untuk menghitung korelasi dan saat-saat divergensi evolusi. Metode juga memungkinkan untuk melihat bagaimana kesamaan genetika pada kelompok yang berbeda dan mempertimbangkan tingkat keanekaragaman genetik.

Henn dan timnya melaporkan genetika Khomani dan Bushmen di Namibia, Sandawe dan orang-orang pigmi Biaka di Republik Afrika Tengah tampak paling beragam, dan dengan demikian yang tertua dari apapun yang ditemukan di antara manusia modern.

"Ini sangat penting untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang genetika populasi yang kurang terwakili Afrika," kata Sarah Tishkoff, genetikawan dari University of Pennsylvania di Philadelphia.

"Jauh lebih banyak data yang ekstensif pada single-nucleotide polymorphisms dalam kelompok pemburu-pengumpul daripada yang pernah kita miliki sebelumnya," kata Chris Stringer, antropolog dari Natural History Museum di London.

Tim menggunakan lokasi geografis untuk genetik kelompok beragam manusia dalam menentukan di mana kemungkinan manusia pertama muncul. Untuk sementara orang-orang pigmi Biaka yang tinggal di hutan hujan Afrika Tengah dan Sandawe di Afrika timur baik Khomani dan Bushmen Namibia yang hidup di Afrika selatan.

Geografis ini bila dikombinasikan dengan data genetik dari populasi lain menyarankan bahwa Afrika selatan merupakan titik asal munculnya manusia. Namun usulan ini membuat perselisihan.

"Populasi Afrika memiliki sejarah demografi kompleks dan tidak ada alasan apriori untuk percaya bahwa populasi berevolusi di tempat tersebut dimana mereka ada saat ini. Beberapa bisa migrasi dari daerah lain," kata Tishkoff.

"Saya akan berhati-hati tentang lokalisasi asal-usul. Kisaran dalam kelompok saat ini sangat terbatas, tetapi jika Anda melihat lukisan batu, banyak yang terkait dengan Bushmen dan petunjuk mereka lebih luas," kata Stringer.

"Populasi yang berbeda Afrika kuno mungkin kontribusi berbagai gen dan perilaku manusia modern. Saya tidak berpikir ada satu Taman Eden di mana semua hal terjadi," kata Stringer.

Henn mengakui migrasi tentunya bisa menjadi tetapi sanggahan populasi bermigrasi umumnya hanya sebagian bergerak ke daerah baru, dan subset genetik ini kurang beragam daripada populasi induk. Henn berpendapat jika kelompok populasi Afrika timur berpindah ke Afrika Selatan diprediksi memiliki keragaman kurang di selatan.

"Ini bukan apa yang kita temukan dalam data," kata Henn.

Adapun mengapa studi genetik menunjukkan bahwa semua manusia modern membawa DNA dari Afrika timur dan bukan Afrika selatan, Henn menyarankan karena genetika selatan tidak memiliki perhatian yang cukup.

"Banyak populasi Afrika, terutama di Afrika selatan dimana analisis genetik kurang baik dipelajari," kata Henn.
Hunter-gatherer genomic diversity suggests a southern African origin for modern humans

Penulis :

Brenna M. Henn1, et.al.

Afiliasi :
  1. Department of Genetics, Stanford University, Stanford, CA 94305
Penerbit : PNAS March 7, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1017511108
Brenna Henn http://www.stanford.edu/group/mountainlab/people/brenna_henn.html
Sarah Tishkoff http://www.bio.upenn.edu/faculty/tishkoff/
Chris Stringer http://www.nhm.ac.uk/research-curation/staff-directory/palaeontology/c-stringer/index.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment