Pages

Target Baru Obat Kanker Memanfaatkan Kelemahan Sel Aneuploid

Jurnal KeSimpulan.com - Memanfaatkan kelemahan sel kanker. Tim peneliti mengidentifikasi potensi obat terhadap peningkatan tekanan yang disebabkan oleh kelebihan kromosom.

Ketika merancang obat kanker baru, biologi sering hanya menargetkan mutasi gen tertentu yang ditemukan pada sel kanker atau dalam subset sel kanker. Sekarang sebuah tim biolog menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda yaitu penargetan yang dimiliki oleh hampir semua sel kanker karena memiliki kromosom terlalu banyak.

Angelika Amon, biolog dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), selama beberapa tahun mempelajari keganjilan yang dikenal sebagai aneuploidy. Pada pertumbuhan janin, aneuploidy menyebabkan kematian atau kelahiran cacat. Namun dalam sel-sel kanker, daya aneuploidy muncul bagi kelangsungan hidup sel kanker tersebut.

"Kami tertarik dalam hal ini karena sebagian besar kanker pada manusia adalah aneuploid. Timbul pertanyaan, dapatkah kita memanfaatkan fakta semua sel tumor aneuploid untuk pengobatan? Senyawa yang selektif membunuh sel-sel aneuploid akan efektif terhadap spektrum yang luas dari tumor manusia," kata Amon yang juga aktif di David H. Koch Institute for Integrative Cancer Research.

Dalam studi yang dilaporkan ke Cell, Amon dan rekan-rekannya mengidentifikasi tiga senyawa tersebut. Mereka sekarang menjalankan skala besar ribuan senyawa dengan peneliti dari Harvard untuk mengidentifikasi kandidat obat.

Amon sebelumnya menunjukkan bahwa sel aneuploid membelah sangat lambat dan tumbuh terlalu besar. Aneuploidy juga memberi tekanan signifikan pada sel yaitu membutuhkan banyak energi untuk replikasi semua materi genetik tambahan dan untuk menghasilkan protein yang dikodekan oleh gen-gen tambahan. Selanjutnya, sel-sel harus memecah semua protein karena mereka tidak diperlukan.

"Sel-sel memiliki sejumlah alat yang tersedia untuk mengurusi protein tambahan. Jalur ini menjadi tertekan dan mereka tidak bisa mengikuti," kata Amon yang memilih sekitar 20 senyawa obat yang potensial untuk memanipulasi kelemahan tersebut.

"Kami mengatakan bahwa kita mungkin bisa meningkatkan tekanan dan mendorong mereka mati. Harapannya adalah membuat ke level yang tidak mempengaruhi sel-sel normal, tetapi lebih mempengaruhi sel-sel aneuploid," kata Amon.

Para peneliti menguji senyawa dalam embryonic fibroblast tikus yang memiliki kromosom ekstra dan sel kanker manusia. Hasilnya tiga senyawa yang ditargetkan preferensi sel aneuploid (baik tikus dan manusia) yaitu chloroquine, obat yang biasa digunakan untuk mengobati malaria dan dua senyawa lain yang disebut AICAR and 17-AAG.

AICAR menekan sel dengan mengaktifkan enzim disebut AMPK yang memutar metabolisme seluler. Senyawa17-AAG menghambat produksi protein yang dibutuhkan sel kanker lain untuk tumbuh. Sedangkan Chloroquine bertindak memblokir kemampuan sel kanker menyelamatkan diri dari protein rusak dan struktur sel.

Ketiga senyawa menginduksi sel-sel kanker manusia agar bunuh diri tetapi dapat bekerja lebih baik ketika digunakan bersama-sama. Senyawa 17-AAG sudah diuji klinis untuk leukemia, tetapi data baru menunjukkan kemampuan semakin baik jika digunakan dalam kombinasi dengan obat lain, kata Amon.

AICAR tidak disetujui untuk digunakan pada manusia tetapi obat serupa yang disebut metformin telah digunakan untuk mengobati diabetes. Namun, metformin tidak berkinerja baik dalam penelitian ini.

Pumin Zhang, fisiologi molekuler dari Baylor College of Medicine, mengatakan hasil studi merupakan langkah yang signifikan terhadap temuan obat yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker, tidak seperti sebagian besar obat kemoterapi yang sekarang tersedia.

"Ini menunjukkan ada perbedaan yang jelas antara sel normal dan sel kanker aneuploid, dan kita dapat memanfaatkan perbedaan tersebut," kata Zhang, yang tidak terlibat dalam penelitian baru.
Identification of Aneuploidy-Selective Antiproliferation Compounds

Penulis :

Yun-Chi Tang1
Bret R. Williams1
Jake J. Siegel1
Angelika Amon1

Afiliasi :
  1. David H. Koch Institute for Integrative Cancer Research and Howard Hughes Medical Institute, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02139, USA
Penerbit : Cell, 10 February 2011.

Download dan Akses : (maaf link kami disable)
Angelika Amon http://ki.mit.edu/people/faculty/amon
Pumin Zhang http://www.bcm.edu/physio/zhang/index.cfm

Artikel Lainnya: