Pages

Taktik Rubah Merah Vulpes vulpes Menandai Aroma Teritorial Individu

Jurnal KeSimpulan.com - Taktik rubah kota menjelaskan perilaku teritorial. Populasi rubah merah (Vulpes vulpes) menandai aroma individu teritorial sesering mungkin.

Pola teritorial rubah perkotaan dibentuk dan dipertahankan sebagai sistem interaksi mediasi aroma antar individu untuk ketepatan indikator seperti batas wilayah yang selalu berubah, demikian penjelasan dalam sebuah studi baru yang dilaporkan para peneliti dari University of Bristol di Inggris ke PLoS Computational Biology.

Studi tentang taktik yang diadopsi oleh rubah rubah merah (Vulpes vulpes) perkotaan menunjukkan bahwa sifat sementara wilayah hewan adalah hasil dari suatu sistem yang kompleks dari interaksi pada tingkat individu. Para peneliti menggunakan data yang dicatat selama 30 tahun mengenai pergerakan rubah merah perkotaan untuk membangun dan memverifikasi suatu model matematis yang didasarkan analisis.

Muncul dua faktor sebagai penentu utama teritorial, pertama adalah ukuran rata-rata wilayah yang menentukan waktu yang diperlukan bagi hewan untuk bergerak di antara batas sendiri. Kedua adalah rentang waktu yang ditandai dari aroma hewan yang tetap aktif.

Pada tahun 1994, ketika pendemi infeksi kudis sarcoptic dan membunuh sebagian besar populasi rubah di Bristol, Stephen Harris, ekolog evolusi dari University of Bristol, menyadari bahwa hewan di suatu wilayah meninggal maka hewan tetangga bergerak dan mengambil alih dalam hitungan tiga atau empat hari. Harris berpikir identifikasi aroma penanda penduduk asli rubah tidak lagi segar.

Studi baru menegaskan betapa pentingnya bagi rubah untuk memperbarui tanda aroma sesering mungkin dan mempertanyakan teori sebelumnya dimana hewan menandai aroma yang berfungsi sebagai pesan jangka panjang dan indikator batas teritorial.

"Memahami bagaimana organisme bergerak dan berinteraksi memiliki implikasi jauh melampaui ekologi perilaku. Model ini mungkin, misalnya, menjelaskan proses yang bertanggung jawab untuk pembentukan batas-batas wilayah pada awal masyarakat pemburu-pengumpul manusia," kata Luca Giuggioli, matematikawan dari University of Bristol.
Animal Interactions and the Emergence of Territoriality

Penulis :

Luca Giuggioli1,2,3
Jonathan R. Potts1,3
Stephen Harris3

Afiliasi :
  1. Bristol Centre for Complexity Sciences, University of Bristol, Bristol, United Kingdom
  2. Department of Engineering Mathematics, University of Bristol, Bristol, United Kingdom
  3. School of Biological Sciences, University of Bristol, Bristol, United Kingdom
Penerbit : PLoS Comput Biol 7(3): e1002008, March 10, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pcbi.1002008
Stephen Harris http://www.bio.bris.ac.uk/research/mammal/harris.html
Luca Giuggioli http://bccs.bristol.ac.uk/people/person.html?person=LucaGiuggioli

Credit : Luca Giuggioli, et.al. PLoS Comput Biol, DOI:10.1371/journal.pcbi.1002008

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment