Pages

Gajah Asia Elephas maximus Resmi Lulus Tes Kognisi Sosial

Jurnal KeSimpulan.com - Gajah saling membantu. Sekarang gajah sudah tahu kapan mereka saling membutuhkan dan memberi uluran belalai.

Gajah telah menunjukkan bakat kognisi sosial, demikian kesimpulan studi baru yang menguji keterampilan koperasi gajah Asia (Elephas maximus) di Thailand dimana mereka menyadari akan gagal pada suatu tugas tanpa bantuan seorang mitra (lihat video di bawah).

Para psikolog sering menasehati bahwa untuk memahami kita kadang-kadang butuh sedikit bantuan dari teman-teman sebagai tanda kognisi sosial yang lebih tinggi dan jarang ditemukan pada spesies lain. Sekarang gajah bergabung dengan klub elit kooperator sosial bersama simpanse, hyena, burung gagak, dan manusia.

Untuk menguji kemampuan kerjasama gajah, sebuah tim ilmuwan membuat eksperimen klasik yang pertama kali dirancang untuk simpanse pada tahun 1930-an. Sebuah tes yang membutuhkan dua hewan harus bekerja sama untuk mendapatkan hadiah. Jika mereka tidak bekerja sama maka tidak mendapat pahala.

Bagi gajah, para peneliti menggunakan meja geser dengan seutas tali di sekitarnya dan dua mangkuk jagung, tetapi gajah bisa mencapai mereka jika mereka menarik dua ujung tali secara bersamaan. Tim bekerjasama dengan para pawang Elephas maximus di Thai Elephant Conservation Center di Lampang, Thailand dimana para peneliti pertama kali mengajarkan gajah individu untuk menarik tali.

Ke-12 gajah tersebut kemudian dibagi menjadi enam pasang. Jika salah satu dari mereka menarik tali sebelum yang lain, tali akan keluar dan meja makanan tidak bergeser.

"Ini mengajarkan mereka untuk bekerja sama," kata Yosua Plotnik, psikolog eksperimental di University of Cambridge di Inggris, melapor ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Untuk mengetahui apakah gajah-gajah mengerti bahwa mereka membutuhkan bantuan mitra lain, para peneliti menaikkan tantangan dengan melepaskan gajah pada waktu yang berbeda. Jadi, satu gajah akan tiba di meja sebelum yang lain dan harus menunggu pasangan sebelum menarik tali.

"Mereka belajar untuk melakukan hal ini lebih cepat daripada simpanse. Mereka berdiri menunggu sambil memegang tali," Plotnik.

"Ketika pasangan tidak bisa melakukan apa-apa, yang lain hanya akan menyerah," kata Plotnik.

"Ini eksperimen cerdas," kata Karen McComb, ekologi perilaku dari University of Sussex di Inggris yang mempelajari kognisi sosial gajah liar.

Temuan konsisten dengan pengamatan di alam. Sebagai contoh di Afrika Timur, gajah bekerja sama untuk mengangkat seorang sahabat yang jatuh dengan taringnya.

"Sangat mengejutkan bahwa gajah lebih mampu dari yang dilakukan simpanse," kata Nicola Clayton, psikolog komparatif dari University of Cambridge di Inggris.

Sebelumnya Clayton dan timnya menunjukkan bahwa burung gagak juga lulus ujian tantangan tali yang sama meskipun mereka gagal untuk menunggu. Penelitian ini menambah semakin banyak bukti bahwa gajah menunjukkan beberapa kemampuan kognitif yang mengesankan.
Elephants know when they need a helping trunk in a cooperative task

Penulis :

Joshua M. Plotnik1
Richard Lair2
Wirot Suphachoksahakun2
Frans B. M. de Waal1

Afiliasi :
  1. Living Links, Yerkes National Primate Research Center, and Department of Psychology, Emory University, Atlanta, GA 30322
  2. Thai Elephant Conservation Center, Forest Industry Organization, Ministry of Natural Resources and Environment, Lampang 52000, Thailand
Penerbit : PNAS March 7, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1101765108
Joshua Plotnik http://www.emory.edu/LIVING_LINKS/plotnik.html
Karen McComb http://www.sussex.ac.uk/profiles/1752
Nicky Clayton http://www.psychol.cam.ac.uk/pages/staffweb/clayton/

Credit : Joshua M. Plotnik, PNAS, DOI:10.1073/pnas.1101765108


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment