Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Bunga Lily Bakung Lilium casablanca Mekar dari Ketidakseimbangan

Jurnal KeSimpulan.com - Bunga bakung mekar dari ketidaksesuaian pertumbuhan. Fisikawan mengungkap kekuatan yang bekerja saat bunga Lily Lilium casablanca mekar.

Ahmad Albar tidak pernah bosan menyanjung bunga bakung yang sederhana menghias "rumah kita". Tetapi karena tidak puas hanya menonton maka fisikawan Harvard berusaha untuk menjelaskan pertama kalinya bagaimana bunga menghasilkan kekuatan yang dibutuhkan untuk menyambut musim semi.

Selama empat setengah hari, tunas muda Lily Asiatic Lilium casablanca perlahan-lahan menyedot air, tumbuh sampai mereka siap untuk meletus. Petal dan sepal (bagian luar hijau bunga) secara bertahap membalik, kemudian kulit terbuka seperti pisang dan membentuk sebuah bunga. Pemekaran yang puitis ini didorong oleh pertumbuhan miring di tepi kelopak bunga dan dilaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

"Pada lily yang mekar, Anda tidak memiliki snap peledak," kata Jan Skotheim, biosistem dari Stanford University.

Hentakan mekar Lilium casablanca karena tanaman membangun "ketidakstabilan," kata Skotheim. Ketidakstabilan yang membentuk akar, batang dan bunga Lily sering terbentuk ketika sel-sel tertentu memanjang lebih dari yang lain. Terlalu banyak pertumbuhan menyebabkan strain.

Petunjuk pertama tim Harvard pada mekanisme tersebut adalah margin petal dan sepal luar kusut selama mekar, sedangkan permukaan bagian dalam tetap mulus. Pola-pola bergelombang mengisyaratkan bahwa sel mungkin tumbuh lebih cepat di tepi, mirip dengan slack tali. Kelebihan pertumbuhan memungkinkan kelopak bergerak melengkung di dalam tunas untuk keluar.

"Karena hanya tumbuh di tepi dan tidak tengah. Anda mendapatkan mismatch strain," kata Skotheim.

Para peneliti juga mengembangkan model matematis untuk menunjukkan bagaimana tambahan strain tepi bisa membengkokkan bahan tipis seperti kelopak bunga. Mekanisme ini dapat berlaku pada Lily jenis lain, kata Haiyi Liang, botanus yang sekarang di University of Science and Technology of China di Hefei.

"Tapi lebih dari itu, katakanlah mawar, kami belum yakin," kata Liang, bersama L. Mahadevan, fisikawan dari Harvard University di Cambridge.

Model matematika telah memberi keuntungan bagi peneliti untuk mempelajari mekanisme jeroan tanaman, kata Wendy Silk, fisiobotanis dari University of California di Davis.
Growth, geometry, and mechanics of a blooming lily

Penulis :

Haiyi Liang1,2
L. Mahadevana1

Afiliasi :
  1. Engineering and Applied Sciences, Organismic and Evolutionary Biology, Wyss Institute, Kavli Institute, Harvard University, Cambridge, MA 02138
  2. Department of Modern Mechanics, University of Science and Technology of China-Hefei, Anhui 230026, People’s Republic of China
Penerbit : PNAS March 21, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1073/pnas.1007808108
Jan Skotheim http://med.stanford.edu/profiles/Jan_Skotheim/
L. Mahadevan http://www.seas.harvard.edu/directory/lm
Haiyi Liang http://staff.ustc.edu.cn/~hyliang/
Wendy Silk http://lawr.ucdavis.edu/directory_facultypages.htm?id=27

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment