Pages

Atlet Elit Menyusun Sejumlah Lapisan Cortical di Beberapa Area Otak

Jurnal KeSimpulan.com - Otak atlet elite lebih tebal di beberapa area. Dalam dunia olahraga, kecepatan dan ketepatan membuat keputusan berdampak pada kemenangan dan kegagalan.

Dalam hal ini kecepatan membuat keputusan, para atlet benar-benar genius. Sama seperti otot-otot tubuh, otak mereka mengoperasikan sistem mesin terprogram yang memberi bukti hipotesis bahwa ada perbedaan yang diukur tidak hanya bisep tetapi juga area-area tertentu di otak.

Penelitian baru yang dilaporkan ke PLoS ONE, Gaoxia Wei, neurolog dari Institute of Psychology di Chinese Academy of Sciences, China, membandingkan otak penyelam atau pengemar olah raga dimana mereka tidak terlibat dalam pelatihan fisik secara intens dan atlet elit profesional.

Untuk menghindari pengaruh di luar kecakapan olahraga, para peneliti memastikan semua responden menggunakan tangan kanan (tidak kidal), usia yang setara, dan memiliki tingkat pendidikan yang sama. Dengan scan MRI, para peneliti mengambil snapshot resolusi tinggi struktur otak.

Wei kemudian menganalisis scan untuk mengukur ketebalan lapisan terluar otak pada locales berbeda yaitu area dimana studi sebelumnya telah dikaitkan dengan pembelajaran dan pengolahan gerakan. Para peneliti menemukan perbedaan jelas antara otak atlet elit dan mereka yang cenderung kurang dalam penggunaan fisik.

Temuan ini tidak dapat memberitahu apakah penguasaan olahraga mengembangkan otak atau jika mereka yang lahir dengan materi otak lebih di daerah tertentu yang menentukan berprestasi dalam olahraga sebagai tempat pertama.

Namun di salah satu area otak, para peneliti menemukan jumlah tahun masing-masing atlet berkompetisi yang hampir diprediksi seberapa tebal otak yang dimiliki. Jika temuan ini terus diteliti mungkin ada beberapa kebenaran biologis untuk pepatah "practice makes perfect".

Seolah-olah setiap tahun pengalaman olahraga secara rapi membuat lipatan yang menyusun lapisan neuron baru di atas keterampilan sebelumnya yang dikuasai, pengetahuan fisik, dan strategi persaingan yang telah dijejalkan ke otak.

Temuan ini memberikan gambaran kecil bagaimana data biometrik dan neurologis mungkin suatu hari nanti digunakan untuk mengukur kemampuan dan kinerja olahragawan. Memang, masih banyak penelitian yang harus dilakukan dalam memahami secara persis apa yang terjadi di kepala seorang atlet. Namun kita semakin dekat dalam memahami asal-usul atletisme di dalam otak.
Increased Cortical Thickness in Sports Experts: A Comparison of Diving Players with the Controls

Penulis :

Gaoxia Wei1
Yuanchao Zhang2,3
Tianzi Jiang3
Jing Luo1

Afiliasi :
  1. Key Laboratory of Mental Health, Institute of Psychology, Chinese Academy of Sciences (CAS), Beijing, People's Republic of China
  2. School of Life Sciences and Technology, University of Electronic Science and Technology of China, Chengdu, People's Republic of China
  3. National Laboratory of Pattern Recognition, Institute of Automation, Chinese Academy of Sciences, Beijing, People's Republic of China
Penerbit : PLoS ONE 6(2): e17112, February 16, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0017112

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment