Pages

Serigala Canis Lupus Lulus Tes Kognitif Mengikuti Tatapan Mata

Jurnal KeSimpulan.com - Serigala bisa mengikuti tatapan manusia. Serigala (Canis Lupus) telah resmi bergabung ke klub elit spesies cerdas dimana anjing gagal melakukannya.

Ketika manusia mengubah serigala menjadi anjing, kita menciptakan sebuah pendamping sosial menjadi kunci untuk setiap langkah melihat kita. Beberapa ilmuwan berpendapat perhatian adalah salah satu dampak besar domestikasi dan perbedaan jelas di antara kedua spesies. Tetapi serigala yang dibesarkan oleh manusia juga memperhatikan perilaku kita, bahkan mengikuti tatapan mata kita dan bahkan lulus tes perhatian dimana anjing gagal melakukannya.

Temuan baru "tampaknya menempatkan sebuah paku besar di peti mati" dari teori domestikasi anjing, kata Frans de Waal, primatlog dari Emory University di Atlanta yang khususkan meneliti kognisi sosial.

Tim peneliti mengatakan temuan juga bisa membantu para peneliti untuk memahami lebih baik evolusi kemampuan perhatian secara keseluruhan. Studi sebelumnya menyimpulkan bahwa serigala tidak tertarik untuk isyarat sosial manusia, misalnya, mengikuti petunjuk jari bahkan jika jari tersebut menuntun mereka ke makanan. Sebaliknya, anjing tampaknya segera menangkap koneksi.

"Untuk anjing, pemahaman menunjuk adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Tapi seberapa penting menunjuk pada serigala secara alami?" kata Friederike Range, etolog kognitif dari University of Vienna di Wina.

Karena tidak mungkin untuk menguji kemampuan serigala liar dalam mengikuti tatapan manusia, Range dan Zsófia Virányi, etolog kognitif dari Wolf Science Center di Ernstbrunn, Austria, mengangkat 9 serigala yang lahir di penangkaran. Serigala dipisahkan dari ibu mereka 10 hari setelah lahir. Para peneliti memberi susu botol dan menyuapi dengan tangan untuk 5 bulan pertama kehidupan.

Pada bulan-bulan berikutnya, serigala terus memiliki kontak sosial sehari-hari dengan manusia bersama 5 anjing dewasa dari berbagai keturunan dimana mereka mengembangkan hubungan dekat. Seperti pelatih yang membesarkan anak-anak anjing, para ilmuwan serigala memberi mereka pelatihan disiplin secara intensif, mendidik mereka untuk duduk, berbaring, berguling, dan memperhatikan mata manusia.

Ketika anak serigala sudah 14 minggu, Range dan Virányi menguji kemampuan mereka dalam mengikuti tatapan orang yang menoleh dan melihat dari kejauhan. Enam anak serigala lulus, menolehkan kepala untuk melihat ke arah mata orang dalam beberapa detik. Pada minggu ke 23, semua anak serigala lulus tes dan tim melapor ke PLoS ONE.

Sebelumnya, kemampuan menatap mata dianggap eksklusif domain spesies manusia. Para peneliti percaya kemampuan berkembang karena kita sendiri berpikir untuk memahami bahwa orang lain memiliki pikiran. Namun dalam beberapa tahun terakhir beberapa spesies bergabung yaitu apes, monyet, kambing, gagak, dan kura-kura. Range mengatakan para ilmuwan perlu merevisi teori tentang evolusi kognitif. Anjing yang dipeliharaan gagal tes mengikuti tatapan.

"Ini perbedaan yang jelas antara anjing dan serigala. Studi besar dan pertama, saya pikir, sungguh biologi relevan dengan serigala," kata Marc Bekoff, etolog kognitif dari University of Colorado di Boulder.

Para ilmuwan belum tahu mengapa anjing gagal tes, tetapi mungkin karena "kita melatih mereka untuk melihat mata atau wajah dan tidak mengikuti cara berpikir kita," kata Range.

"Studi ini seperti mensosialisasikan serigala. Kita bisa meletakkan pengetahuan kita menjadi perspektif evolusi yang lebih luas sampai pada pemahaman yang lebih baik bagaimana domestikasi serigala berubah menjadi anjing," kata Adam Miklosi, etolog kognitif dari Eötvös Loránd University di Budapest.

Peneliti mengatakan serigala mulai memerlukan untuk memikirkan manusia sebagai sahabat sosial ketika mereka pernah bersanding di tempat tidur kita.
Development of Gaze Following Abilities in Wolves (Canis Lupus)

Penulis :

Friederike Range1,2
Zsófia Virányi1,2

Afiliasi :
  1. Department of Cognitive Biology, University of Vienna, Vienna, Austria
  2. Wolf Science Center, Ernstbrunn, Austria
Penerbit : PLoS ONE 6(2): e16888, February 23, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0016888
Friederike Range http://homepage.univie.ac.at/friederike.range/
Frans de Waal http://www.psychology.emory.edu/nab/dewaal/
Marc Bekoff http://literati.net/Bekoff/
Adam Miklosi http://familydogproject.elte.hu/miklosi_cv.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment