Pages

Rekayasa Sianida Dongkrak zeolin Singkong Manihot esculenta Kaya Protein

Jurnal KeSimpulan.com - Singkong dikemas protein dengan gen kacang. Sianida, racun yang mematikan diharapkan dapat menyelamatkan kehidupan jutaan anak-anak Afrika.

Para peneliti menipu ubi kayu atau singkong atau Cassava (Manihot esculenta) dengan mengubah sekitar setengah sianida tersebut menjadi protein tambahan. Walaupun singkong merupakan sumber karbohidrat utama bagi 700 juta orang di dunia (sebagian besar di Afrika), biasanya hanya berisi sejumlah kecil protein. Trik ini diharapkan dapat mengisi kekurangan protein tersebut.

Claude Fauquet, botanis dari Danforth Plant Science Center di St Louis, Missouri, dan timnya mendongkrak kandungan protein menjadi 12,5 persen dengan menambahkan gen kacang dan jagung untuk membuat protein yang disebut zeolin. Mereka terkejut menemukan bahwa tanaman yang menggunakan pasokan sianida alami menyediakan blok bangunan protein baru.

"Sianida merupakan sumber nitrogen alami di dalam tanaman," kata Fauquet melapor ke PLoS ONE.

Sementara non-pasokan singkong yang dimodifikasi hanya seperlima dari kebutuhan protein harian, protein tambahan cukup untuk memasok kebutuhan bayi yang berbasis diet khas singkong khas. Fauquet mengatakan tumbuhan umbi ini bisa menyelamatkan 1 dari 4 anak-anak Afrika dari kondisi fatal yang disebut protein-energy malnutrition.

Namun, singkong transgenik ini akan diuji beberapa tahun sebelum digulirkan. Meskipun identik dengan apa yang dimakan miliaran orang di seluruh dunia, protein kacang mirip menyebabkan reaksi alergi yang sangat jarang terjadi. Jadi tim telah mengembangkan versi lain dengan protein tambahan untuk ubi jalar yang tidak akan menyebabkan alergi.

"Kami berharap memulai di Afrika dalam empat hingga enam tahun ke depan," kata Fauquet.

Fauquet mengatakan bahwa proyek ini didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation yang murni kemanusiaan sehingga ubi kayu akan diberikan secara gratis kepada petani miskin. Umbi-umbian lainnya yang telah dimodifikasi termasuk "kentang protato" yang dikembangkan di India, dan terong yang baru-baru ini dalam proses persetujuan.
Transgenic Biofortification of the Starchy Staple Cassava (Manihot esculenta) Generates a Novel Sink for Protein

Penulis :

Mohammad Abhary1
Dimuth Siritunga2
Gene Stevens3
Nigel J. Taylor1
Claude M. Fauquet1

Afiliasi :
  1. International Laboratory for Tropical Agricultural Biotechnology, Donald Danforth Plant Science Center, St. Louis, Missouri, United States of America
  2. Department of Biology, University of Puerto Rico-Mayaguez, Mayaguez, Puerto Rico
  3. University of Missouri-Delta Center, Portageville, Missouri, United States of America
Penerbit : PLoS ONE, 6(1): e16256, Published: January 25, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0016256

Artikel Terkait :

Claude Fauquet http://www.danforthcenter.org/science/laboratories/Claude_Fauquet/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment