Pages

Lebah Madu Membaca Navigasi dari Polarisasi Cahaya Matahari

Jurnal KeSimpulan.com - Lebah mengikuti polarisasi cahaya melalui sebuah labirin. Lebah menavigasi Matahari, lantas bagaimana mereka melakukannya saat langit mendung?

Ternyata mereka membaca petunjuk posisi Matahari yang tersembunyi dalam cahaya terpolarisasi seperti yang dilakukan oleh pasukan Viking dalam salah satu teori. Mata lebah madu dapat melihat orientasi polarisasi cahaya, karena sinar Matahari yang menembus atmosfer membuat polarisasi karakteristik yang mengungkapkan lokasi Matahari.

Lebah madu diduga menggunakan fotoreseptor khusus di mata untuk menavigasi ketika Matahari tertutup awan, kata Mandyam Srinivasan, neurosian visi dan persepsi dari Universitas Queensland di Brisbane, Australia. Sekarang Srinivasan menyatakan telah menemukan "bukti utama" bahwa teori ini benar dan melapor ke Philosophical Transactions of the Royal Society B.

Srinivasan dan timnya menciptakan sebuah "labirin" sederhana dari empat terowongan dengan perempatan jalan dan membanjiri dua koridor dengan polarisasai cahaya paralel di sepanjang koridor, dua koridor lainnya dengan polarisasi cahaya tegak lurus.

Mereka kemudian melatih 40 lebah dalam "teka-teki" untuk masuk melalui satu koridor dan keluar melalui koridor kedua yang memiliki pahala gula di ujungnya (koridor di sebelah kanan pintu masuk). Baik pintu masuk dan keluar yang "benar", terang dengan sinar terpolarisasi tegak lurus dengan panjang koridor (lampu di koridor ke kiri dan lurus ke depan dipenuhi dengan polarisasi cahaya ke arah lain).

Setelah pelatihan, Srinivasan menghapus gula. Lebah terus memilih koridor yang "benar" (satu sisi kanan) 74 persen dari waktu rata-rata berbanding dengan 15 persen lebah memilih lurus ke depan dan 11 persen berbelok ke kiri.

Tetapi ketika tim merubah pencahayaan sehingga koridor lurus ke depan sebagai karakteristik pola keluar yang "benar", sebagian besar lebah (56 persen) memilih untuk keluar dari sini sebagai gantinya. Lebah yang tetap memilih ke kanan turun menjadi 31 persen dan sisanya 13 persen berbelok ke kiri.

Pertukaran arah yang "benar" dilakukan lagi (kali ini ke koridor kiri) untuk mengubah perilaku lebah, sebanyak 51 persen lebah mengambil rute keluar ke kiri. Hanya 14 persen memilih lurus ke depan, dan 34 persen berubah ke kanan.

"Lebah membaca dan tetap setia dengan pola polarisasi yang tampaknya telah mereka kaitkan dengan pahala gula", kata Srinivasan.
Honeybee navigation: following routes using polarized-light cues

Penulis :

P. Kraft1,3
C. Evangelista1,3
M. Dacke1,3,4
T. Labhart3,5
M. V. Srinivasan1,2,3

Afiliasi :
  1. Queensland Brain Institute, The University of Queensland, Saint Lucia, Queensland 4072, Australia
  2. School of Information Technology and Electrical Engineering, The University of Queensland, Saint Lucia, Queensland 4072, Australia
  3. Australian Research Council Centre for Excellence in Vision Science, Australian National University, Canberra, ACT 2601, Australia
  4. Department of Cell and Organism Biology, Lund University, Lund, Helgonovaagen, Sweden
  5. Department of Neurobiology, Institute of Molecular Life Sciences, University of Zurich, Zurich, Switzerland

Penerbit : Philosophical Transactions of the Royal Society B

Download dan Akses : Phil. Trans. R. Soc. B 12 March 2011 vol.366 no.1565 703-708 : (maaf link kami disable)

Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Mandyam Srinivasan http://www.qbi.uq.edu.au/professor-mandyam-srinivasan-faa-frs

Artikel Lainnya: