Pages

Domba Ovis aries Lolos Tes Kemampuan Mental Hewan Morton dan Avanzo

Jurnal KeSimpulan.com - Sebaiknya kita merehabilitasi nama baik Domba yang selama ini dicap bodoh dan segera bergabung dengan klub elit hewan cerdas lainnya.

Ketika kita mencari contoh hewan cerdas, spesies diri kita sendiri tentunya dan kerabat dekat kita yaitu simpanse dan primata lainnya. Mungkin gagak dengan memori luar biasa dan bakat mereka untuk kelicikan. Lumba-lumba dan paus cukup memadai. Bahkan banyak yang setuju ada semacam kecerdasan yang mengatur perilaku serangga sosial seperti semut. Domba? Domba bodoh dan bebal, kecuali yang tidak.

Selama beberapa dekade terakhir, bukti diam-diam muncul pada domba (Ovis aries) dan ternyata ternyata domba domestik sederhana dapat lulus tes psikologis untuk berjuang menggunguli monyet dan sangat sensitif untuk mencari penurunan neurologis pada pasien manusia.

Jennifer Morton dan Laura Avanzo, keduanya neurosian dari University of Cambridge di Cambridge, Inggris, tertarik jenis baru domba rekayasa genetika. Hewan ini membawa gen cacat yang pada manusia menyebabkan penyakit Huntington yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan saraf dan dementia. Domba Huntington bisa menjadi ajang eksperimen yang mungkin memberikan pengobatan.

Dengan demikian para peneliti harus mampu melacak perubahan kemampuan kognitif domba Huntington. Jadi Morton dan Avanzo mencari tahu apakah domba normal bisa melewati beberapa tes seperti yang diberikan kepada orang-orang dengan Huntington.

Morton dan Avanzo menempatkan tujuh ekor domba perempuan melalui serangkaian tantangan yang semakin rumit. Dalam satu tes domba dihadapkan dua ember, satu biru dan lainya kuning dengan makanan dalam ember biru. Selama beberapa tes domba selalu pergi ke ember biru. Ketika para peneliti menempatkan makanan dalam ember kuning sebagai gantinya, domba mengubah perilaku.

Morton dan Avanzo meningkatkan tekanan intelektual, mencoba domba pada set pergeseran intra-dimensi dan ekstra-dimensi (intra-dimensional and extra-dimensional set-shifting). Ini menguji kemampuan hewan untuk mengalihkan perhatian mereka terhadap konsep yang membutuhkan tingkat tinggi kontrol mental.

Dalam intra-dimensi, domba masih harus memilih ember berdasarkan warna, tetapi set warna berbeda (bukan biru dan kuning tetapi pilihan ungu dan hijau). Manusia menemukan hal ini cukup mudah. Extra-dimensi lebih sulit karena domba harus mengabaikan warna objek apalagi pada bentuk.

Morton dan Avanzo perhatikan keputusan mereka selama tes ini "lebih didorong oleh rasa ingin tahu dan harapan". Manusia dan primata lainnya dapat melakukan set-pergeseran, tetapi hewan besar lainnya harus berjuang walaupun para peneliti telah membujuk tikus dan mencit untuk melakukannya. Tugas bergantung pada prefrontal cortex yaitu bagian otak yang jauh lebih besar pada manusia dari hewan lain.

Mengesankan, domba lulus ujian. Selain menjadi kabar baik untuk studi penyakit Huntington, bukti ini juga dapat merehabilitasi reputasi domba yang selama ini mendapat cap bodoh dan peneliti segera melaporkan mereka ke PLoS ONE.

Ini benar-benar saatnya kita berhenti mengolok-olok domba. Mereka tidak bisa hidup hanya mengenali wajah satu sama lain terutama secara sosial, mereka bisa mengingat orang lain secara signifikan untuk paling sedikit dua tahun. Mereka juga dapat membedakan ras, lebih memilih untuk melihat mereka sendiri.

Terlebih lagi, ada bukti mereka dapat mengelompokkan tanaman dan menghafal rute yang benar melalui sebuah labirin. Mereka memiliki kehidupan sosial yang canggih juga yaitu menjalin teman jangka panjang dan membela satu sama lain dalam pergulatan.
Executive Decision-Making in the Domestic Sheep

Penulis :

A. Jennifer Morton1
Laura Avanzo1

Afiliasi :
  1. Department of Pharmacology, University of Cambridge, Cambridge, United Kingdom
Penerbit : PLoS ONE, 6(1): e15752, January 31, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0015752
A. Jennifer Morton http://www.phar.cam.ac.uk/ri/morton.html
Laura Avanzo http://www.neuroscience.cam.ac.uk/directory/profile.php?la293

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment