Pages

Burung Gagak Menyebar Dari Pulau Australia 30 Juta Tahun Lalu

Jurnal KeSimpulan.com - Kolonialisasi pulau-pulau burung terungkap dalam studi DNA. Spesies imigran berevolusi agar sesuai dengan ekologi lokal yang kurang kompetitif.

Namun suatu spesies entah bagaimana berhasil melarikan diri ke daratan untuk lebih beragam. Sekarang evolusionaris telah menemukan bahwa seluruh keluarga burung melakukannya. Para peneliti menemukan tanda tangan DNA leluhur umum seluruh burung gagak (Corvidae) ke utara pulau Australia sekitar 30 juta tahun yang lalu.

Burung-burung berkicau muncul di tempat yang sekarang pulau Australia segera setelah kemusnahan dinosaurus non-burung di akhir Mesozoikum atau Mesozoic (sekitar 65 juta tahun yang lalu). Burung berkicau tetap terbatas di Australia selama jutaan tahun, berkelompok dengan 700 spesies termasuk juga gagak (Corvidae). Bagaimana mereka menyebar ke seluruh dunia? Belum jelas.

Knud Jønsson, biogeografer dan mahasiswa PhD. yang sekarang di Natural History Museum of Denmark di Kopenhagen, mengepak koper untuk mengungkap sejarah gagak untuk disertasi doktoralnya. Dengan membangun pohon keluarga corvids berdasarkan perbandingan sekuens DNA, anatomi dan distribusi kehadiran geografis, Jønsson menelusuri asal-usul gagak ke Papua New Guinea sekitar 30 juta tahun yang lalu.

Namun, 30 juta tahun yang lalu New Guinea tidak berbetuk seperti sekarang dengan luas sekitar 786.000 kilometer persegi. Tetapi sebuah rantai pulau-pulau batu kapur yang baru muncul disebut proto-Papuan archipelago yaitu tepi lempeng tektonik Australo-Papua. Selama Australia jauh dari daratan lainnya, burung terisolasi benua.

Tetapi setelah kepulauan proto-Papua muncul, "burung-burung yang melintasi lautan akan menemukan hambatan baru untuk eksploitasi daratan dimana mereka dapat sukses melakukan kolonialisasi," kata Jønsson melapor ke Proceedings of the National Academy of Science (PNAS)

Di tempat baru mereka berevolusi untuk berkembang di lingkungan terbuka ke seluruh pulau dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Burung berkicau lain tidak mengikuti sampai jutaan tahun kemudian, ketika Australia mendekat ke daratan lain.

Jønsson mengatakan bahwa kepulauan proto-Papua adalah "tungku evolusi" bagi spesies sebagai tempat mempersiapkan diri untuk keberhasilan kolonialisasi seluruh dunia. Kepuluan Papua hingga kini adalah tempat paling kaya spesies burung.
Major global radiation of corvoid birds originated in the proto-Papuan archipelago

Penulis :

Knud A. Jønsson1
Pierre-Henri Fabre1
Robert E. Ricklefs2
Jon Fjeldså1

Afiliasi :
  1. Center for Macroecology, Evolution, and Climate, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, 2100 Copenhagen Ø, Denmark
  2. Department of Biology, University of Missouri, St. Louis, MO 63121-4499
Penerbit : Proceedings of the National Academy of Science (PNAS)

Download dan Akses : PNAS, January 24, 2011: DOI:10.1073/pnas.1018956108

Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Knud A. Jønsson http://ib.berkeley.edu/labs/bowie/about_jonsson.html

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment