Pages

Bedah Operasi Spina Bifida Janin Prenatal Vs Bayi Postnatal

Jurnal KeSimpulan.com - Operasi prenatal spina bifida. Operasi prematur untuk neural tube defect menunjukkan hasil lebih baik daripada menunggu sampai lahir.

Operasi lembut dilakukan pada janin sebelum kelahiran dapat meningkatkan kesehatan anak yang lahir dengan spina bifida yaitu cacat neural tube fatal yang disebabkan oleh terbukanya tulang belakang, demikian hasil sebuah studi baru yang dilaporkan 9 Februari di New England Journal of Medicine.

Dengan membandingkan anak-anak yang dioperasi sebelum dan sesudah kelahiran, para peneliti menemukan operasi prematur meningkatkan kemungkinan anak dengan spina bifida bisa berjalan dan mengurangi risiko komplikasi neurologis lainnya. Tetapi potensi keuntungan harus mempertimbangkan risiko yang lebih besar terkait dengan operasi di dalam rahim.

Penelitian difokuskan pada wanita yang membawa janin dengan diagnosis myelomeningocele yaitu bentuk paling umum dan paling parah spina bifida di mana sumsum tulang belakang ke luar dengan tonjolan tulang belakang. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan cacat kognitif seumur hidup, produksi cairan otak, masalah usus dan kelumpuhan.

Biasanya ahli bedah mengoperasi bayi tersebut beberapa hari setelah lahir. Selama prosedur ini mereka masukkan sumsum tulang belakang kembali ke kanal dan menutup lubang terbuka dengan jahitan. Jika berhasil dapat membatasi penumpukan cairan di sumsum otak dan tulang belakang dan mengurangi tarikan saraf pada otak.

Dalam eksperimen baru, peneliti mengidentifikasi 183 wanita hamil yang memiliki janin dengan myelomeningocele. Setengah relawan secara acak dibedah prenatal, sementara kelompok yang lain pembedahan ditunda sampai setelah lahir.

Dokumen-dokumen laporan baru hasil 158 operasi ini dengan jumlah kurang lebih sama dari setiap kelompok. Dua bayi meninggal di masing-masing kelompok. Pada usia 12 bulan, 40 persen bayi kelompok operasi prematur dan 82 persen bayi yang mendapat operasi setelah lahir memerlukan pemasangan shunts dan mengumpulkan cairan, pembedahan memasang tabung yang mengeringkan cairan dari otak ke perut. Shunts dapat menyumbat dan menjadi terinfeksi.

"Harapan dan harapan dari studi ini adalah mengurangi kebutuhan shunting, mengurangi kebutuhan operasi berkali-kali, beberapa operasi pada anak-anak," kata rekan Diana Farmer, ahli bedah dari University of California, San Francisco Children's Hospital Benioff.

Hasil penelitian juga menunjukkan 42 persen anak-anak yang telah menjalani operasi di rahim mampu berjalan tanpa bantuan pada unur 3 tahun dibandingkan dengan 21 persen dari mereka yang menerima operasi postnatal. Kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada perkembangan mental.

Pada kelompok operasi rahim dilakukan antara 19 dan 26 minggu kehamilan karena penelitian sebelumnya menunjukkan pembedahan melebihi waktu kehamilan tersebut kurang memberi hasil maksimal, kata Adzick N. Scott, ahli bedah di Children's Hospital of Philadelphia.

Scott mengatakan operasi prematur dapat menghentikan janin dari paparan racun dalam cairan ketuban, mengurangi kebocoran cairan tulang belakang dan menghentikan tulang belakang menonjol dari tarikan di batang otak. Efek ini mungkin akan mengurangi penumpukan cairan dan membatasi kebutuhan shunting.

Tetapi hampir 4/5 bayi dari kelompok operasi prenatal menjadi lahir prematur (sebelum 37 minggu) dengan 10 dari 78 lahir sebelum 30 minggu kehamilan. Sedangkan kelahiran prematur kelompok postnatal 15 persen. Kehamilan normal rata-rata sekitar 40 minggu.

Tren ini menimbulkan pertanyaan, kata Joe Simpson, dokter dari Florida International University di Miami dan Michael Greene dari Massachusetts General Hospital di Boston, yang menulis sebuah artikel dalam edisi NEJM sama.

Penelitian ini "merupakan langkah utama ke rel yang benar, tetapi sejauhmana perbaikan akan mengubah hasil untuk janin myelomeningocele masih belum jelas," kata Simpson dan Greene.

Makanan dengan folat menjadi benteng dan mengurangi risiko cacat tabung saraf, dinamakan demikian karena muncul dalam tabung saraf, pendahulu embrio ke otak dan sumsum tulang belakang. Perempuan dapat mengurangi risiko hamil anak dengan cacat ini dengan asupan folat atau versi sintetisnya, asam folat, dan vitamin B12 selama tahun-tahun kesuburan. Meski begitu, cacat masih bisa terjadi.

"Kadang-kadang pencegahan tidak mungkin. Perbaikan prenatal bukanlah obat untuk cacat lahir, tetapi dapat mengurangi kebutuhan untuk shunting dan meningkatkan kemampuan untuk berjalan pada usia 3 tahun," kata Adzick.
A Randomized Trial of Prenatal versus Postnatal Repair of Myelomeningocele

Penulis : N. Scott Adzick1, et.al.

Afiliasi :

  1. Children's Hospital of Philadelphia and the University of Pennsylvania School of Medicine, Philadelphia

Penerbit : New England Journal of Medicine, February 9, 2011.

Download dan Akses : DOI:10.1056/NEJMoa1014379
Fetal Surgery for Myelomeningocele?

Penulis : Joe Leigh Simpson1 and Michael F. Greene2

Afiliasi :
  1. Departments of Human and Molecular Genetics and Obstetrics and Gynecology, Herbert Wertheim College of Medicine, Florida International University, Miami
  2. Massachusetts General Hospital, Boston

Penerbit : New England Journal of Medicine, February 9, 2011

Download dan Akses : DOI:10.1056/NEJMe1101228
Credit : N. Scott Adzick, et.al. (A Randomized Trial of Prenatal versus Postnatal Repair of Myelomeningocele; NEJM; DOI:10.1056/NEJMoa1014379

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment