Pages

Takdir Jumlah Telur Burung Passer domesticus Ditulis di Hormon Prolactin dan Corticosteron

Jurnal KeSimpulan.com - Hormon mendikte keberhasilan berkembangbiak pada burung. Ornitolog dapat memprediksi jumlah anak berdasarkan hormon prolactin and corticosteron.

Beberapa hewan menghasilkan keturunan lebih dari yang lain. Hormon seperti prolaktin dan corticosterone memberi pengaruh penting pada perilaku burung saat musim kawin. Sekarang, Jenny Q. Ouyang, bioevolusi dari Princeton University di Princeton, dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa tingkat hormon tidak hanya memainkan peran penting perilaku selama musim kawin, tetapi sudah menulis kondrat telur jauh sebelumnya.

Hormon sudah mendekte berapa banyak telur pasangan akan tercipta, sebuah konstitusi hormon hewan dengan signifikansi utama untuk keberhasilan reproduksi dan mungkin sebuah kekuatan penting pendorong evolusi serta melapor ke Proceedings of the Royal Society B minggu lalu.

Tim meneliti bagaimana konsentrasi hormon burung Passer domesticus di alam liar sebelum dan sesudah musim kawin berkorelasi dengan keberhasilan reproduksi. Burung ini sering berbeda secara signifikan dalam hal jumlah telur yang dihasilkan. Karena burung ini setia kepada habitat mereka, studi sangat spesifik dapat dilakukan dalam periode yang panjang.

Para ilmuwan menghitung jumlah telur dan sarang untuk setiap pasangan berkembang biak. Mereka juga mengambil sampel darah secara teratur sebelum dan selama musim kawin, baik dalam situasi biasa dan di bawah tekanan artifisial yang dihasilkan untuk menentukan konsentrasi yang sesuai dengan tingkat hormon prolactin and corticosteron dalam darah burung.

"Kami terkejut bahwa kita bisa memprediksi berapa banyak keturunan sepasang pembiakan yang didasarkan pada kadar hormon tiga minggu sebelum musim kawin. Burung yang memiliki tingkat corticosterone rendah sebelum musim kawin meningkatkan keturunan. Tetapi kadar tinggi selama musim memiliki keberhasilan reproduksi tertinggi. Mereka rupanya menginvestasikan banyak energi," kata Jenny Ouyang.

Hasil penelitian ini meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme fisiologis yang dapat mendikte keturunan burung, berapa banyak telur yang dihasilkan dan seberapa sering melahirkan. Hormon prolaktin dan corticosterone secara khusus memainkan peran yang lebih penting dalam investasi individu sebelum reproduksi dimulai. Jika konstitusi hormonal individu dapat diwariskan bisa memberikan penjelasan mendasar tentang mengapa beberapa individu menghasilkan sejumlah besar keturunan dan lebih berhasil dari yang lain dari sudut pandang evolusi.
Hormone levels predict individual differences in reproductive success in a passerine bird

Penulis :

Jenny Q. Ouyang1
Peter J. Sharp2
Alistair Dawson3
Michael Quetting4
Michaela Hau4

Afiliasi :
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, Guyot Hall, Princeton University, Princeton, NJ 08540, USA
  2. The Roslin Institute and Royal (Dick) School of Veterinary Studies, University of Edinburgh, Roslin EH25 9PS, UK
  3. Centre for Ecology and Hydrology, Edinburgh EH26 0QB, UK
  4. Department of Migration and Immuno-ecology, Max Planck Institute for Ornithology, Schlossallee 1a, 78315 Radolfzell, Germany
Penerbit : Proceedings of the Royal Society B

Download dan Akses : Proc. R. Soc. B. January 19, 2011 (maaf link kami disable)

Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Credit : istockphoto

Artikel Lainnya: