Pages

Simbiosis Mutualisme Kantong Semar Nepenthes rafflesiana elongata dan Kelelawar

News KeSimpulan.com - Terkadang tanaman karnivora menikmati hari raya. Sebuah predator yang tidak bisa berburu tetapi tidak mau menunggu terlalu lama.

Ketika biolog pertama kali menemukan beberapa spesies tanaman karnivora di Kalimantan yang tidak cerdik menangkap mangsa menjadi bingung. Makan apa mereka agar tetap hidup jika tidak ada mangsa yang hinggap? Sekarang terungkap sudah strategi diet yang mereka terapkan yaitu berkoalisi dengan kelelawar.

Sumber teka-teki adalah bagaimana membuat agar kelelawar kecil nyaman bertengger di atasnya yang menjatuhkan kotoran lezat bergizi ke dalam cairan pencernaan tanaman karnivora ini.

Jonathan Moran adalah orang pertama melihat sesuatu yang aneh pada Kantong Semar Raffles (Nepenthes rafflesiana) ketika ia masih mahasiswa Ph.D. pada tahun 1980-an. Kebanyakan tanaman spesies ini memikat serangga terbang agar terjerat masuk ke dalam kantong mereka yang memiliki kedalaman beberapa sentimeter dengan aroma bunga cloying, dekorasi ultraviolet, dan nektar menggoda.

Ketika bug tenggelam dalam genangan cairan pencernaan di bagian bawah, tanaman mendapat nutrisi yang tidak bisa diasup dari tanah berawa yang miskin hara di mana mereka tumbuh. Tetapi Moran menemukan berbagai spesies langka seperti Nepenthes rafflesiana elongata tidak mampu menangkap bug. Kantong jebakan sempit dan tidak memiliki pola aroma dan mencolok serta hanya mampu menangkap serangga tujuh kali lebih sedikit daripada dari varietas umum.

Beberapa dekade kemudian, Ulmar Grafe, ekolog dari University Brunei Darussalam sedang memberi kuliah lapangan di hutan gambut, lembab dan panas di Kalimantan, melihat seekor kelelawar bertengger di atas kantong N. r. Elongata. Para peneliti menganggapnya sebagai kebetulan sampai sebulan kemudian, ketika Grafe membaca studi sebelumnya yang dilakukan Moran baru menyadari.

"Ini seperti klik. Kelelawar yang akan menyumbang..!" kenang Grafe.

Selama 7 minggu patroli harian, Grafe dan timnya menemukan seperempat dari 223 sampel N. r. Elongata yang diteliti berteman dengan kelelawar. Kerivoula hardwickii adalah kelelawar berbulu, mamalia kecil panjang kurang dari 4 cm dan mereka pilih-pilih tempat untuk tempat tinggal.

Untuk melacak dimana mereka tidur, pemancar radio mini direkatkan di belakang 17 kelelawar. Hasilnya, mereka tidur di atas kantong N. r. Elongata, para peneliti melapor kemarin ke Biology Letters.

Bahkan ibu kelelawar meringkuk ke dalam kantong bersama-sama putra atau putrinya. Ada ruang untuk seekor atau dua kelelawar di atas cairan pencernaan N. r. Elongata. Dan tabung sangat ramping, meskipun kelelawar tidur dengan kepala di bawah, mereka tidak perlu repot untuk pergi ke kamar mandi. Pengaturan tempat tidur juga telah ditata rapi oleh Kantong Semar ini.

Daun bersebelahan dengan kantong dimana kelelawar memberi lebih dari 13% nutrisi nitrogen penting daripada daun yang tidak berkoalisi dengan kelelawar. Memang, gizi baik diserap sekitar sepertiga dari total nitrogen kelelawar. Para peneliti menyimpulkan dari analisis isotop nitrogen langka yang paling berlimpah pada di kotoran karnivora.

"Ini kisah sejarah sejuk dan alami," kata Aaron Ellison, ekolog dari Harvard Forest di Harvard University, Petersham, Massachusetts, yang mempelajari tanaman karnivora.

Tetapi Ellison bertanya-tanya bagaimana mekanisme saling ketergantungan sebenarnya. Dengan hanya melacak kelelawar yang dikumpulkan dari N. r. Elongata, tim Grafe mungkin telah menjawab secara parsial yang menggunakan tempat untuk bersarang.

"Sepengetahuan saya, ini adalah laporan pertama kelelawar bersarang di dalam tanaman pitcher," kata Thomas Kunz, biolog kelelawar dari Boston University.

Namun, bagaimanapun, Moran mungkin merasa bahwa salah satu misteri terpecahkan. Sekarang Moran menjadi profesor di Royal Roads University, Victoria, Kanada, berkat Kantong Semar. Tahun lalu Moran dan rekan-rekannya mendiskripsikan bagaimana beberapa spesies tanaman kantong lain mengandalkan kotoran tikus pohon untuk mendapatkan nutrisi.

Mutualisme masuk akal, kata Barry Rice, botanis karnivora dari Sierra College’s Rocklin campus di California, meskipun secara umum dia berhati-hati mendefinisikan.

"Saya telah melihat orang menampar frase pada hubungan yang paling santai. Menyortir hubungan antar bentuk kehidupan bisa lebih rumit daripada seorang remaja membuat akun Facebook," kata Rice.

Para biolog berpikir tanaman kantong mulai mengurangi kebiasaan karnivora pada sebagian dari 120 spesies Nepenthes yang aneh dan belum diteliti. Moran memprediksi tanaman ini akan memberikan banyak kejutan lagi.

"Kita belum banyak mewujudkan mimpi," kata Moran.
A novel resource-service mutualism between bats and pitcher plants

Penulis :

T. Ulmar Grafe1
Caroline R. Schöner2
Gerald Kerth3
Anissa Junaidi1
Michael G. Schöner2

Afiliasi :
  1. Department of Biology, University Brunei Darussalam, Tungku Link, Gadong 1410, Brunei Darussalam
  2. Department of Animal Ecology and Tropical Biology, University of Würzburg, Biozentrum, Am Hubland, 97074 Würzburg, Germany
  3. Zoological Institute and Museum, Greifswald University, Johann-Sebastian-Bach-Strasse 11/12, 17489 Greifswald, Germany
DOI:10.1098/rsbl.2010.1141
Penerbit:Biology Letters
Edisi/Tanggal:Biol. Lett. January 26, 2011
Download:(maaf link kami disable)
Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
T. Ulmar Grafe http://ulmargrafe.wordpress.com/
Jonathan Moran http://www.royalroads.ca/about-rru/the-university/staff-faculty-bios/m/jonathan-moran.htm
Aaron Ellison http://harvardforest.fas.harvard.edu/profiles/ellison.html
Thomas Kunz http://www.bu.edu/cecb/bats/kunz-bio/

Credit : T. Ulmar Grafe et.al. (A novel resource-service mutualism between bats and pitcher plants; Biology Letters; DOI:10.1098/rsbl.2010.1141)

Artikel Lainnya: