Pages

Rubah Gunakan Medan Magnet Bumi Saat Menangkap Mangsa

Jurnal KeSimpulan.com - Rubah menangkap mangsa menggunakan medan magnet Bumi. Rubah menangkap mangsa di bawah permukaan menggunakan kutub Bumi.

Rubah adalah hewan pertama yang berpikir untuk menggunakan medan dalam menilai jarak secara akurat, bukan hanya arah. Hynek Burda, zoolog ekologi dari University of Duisburg-Essen di Essen, Jerman, menyadari saat melihat rubah di Republik Ceko yang selalu melompat saat menangkap mangsa pada arah utara-timur.

Mengingat beberapa hewan memposisikan diri dengan menggunakan medan magnet Bumi, Burda bertanya-tanya apakah hal yang sama dilakukan oleh para rubah kemudian melapor ke Biology Letters.

Rubah melompat tinggi ke atas sebelum menjatuhkan diri ke titik mangsa. Burda menemukan bahwa ketika rubah dapat melihat mangsa, mereka melompat dari arah manapun, tetapi ketika target adalah mangsa tersembunyi, mereka selalu melompat ke arah utara-timur. Selama pengamatan peneliti, serangan tersebut berhasil 72 persen dibandingkan dengan 18 persen serangan ke arah lain.

Semua pengamat melihat hal yang sama, tetapi Burda tetap bingung, sampai ia berdiskusi dengan John Phillips, neurosian perilaku dari Virginia Tech di Blacksburg. Phillips menyarankan bahwa hewan bisa menggunakan medan magnet Bumi untuk mengukur jarak.

Mereka berdua berpikir, rubah berburu dengan baik jika lompatan memperhitungkan jarak yang sama pada setiap waktu. Sebuah cincin "bayangan" pada retina mata yang paling gelap ke arah utara magnetik dan bayangan normal yang selalu muncul untuk jarak yang sama ke depan. Rubah bergerak maju sampai garis bayangan titik temu dengan suara hewan buruan berasal. Titik temu ini untuk menentukan akurasi jarak tertentu.

"Ini pikiran yang sangat spekulatif tetapi masuk akal," kata Wolfgang Wiltschko, zoolog magnetik dari University of Frankfurt di Jerman.
Directional preference may enhance hunting accuracy in foraging foxes

Penulis :

Jaroslav Červený1
Sabine Begall2
Petr Koubek3,1
Petra Nováková1
Hynek Burda2,1

Afiliasi :
  1. Department of Forest Protection and Game Management, Faculty of Forestry, Wildlife and Wood Sciences, Czech University of Life Sciences, Kamýcká 129, 165 21 Prague 6, Suchdol, Czech Republic
  2. Department of General Zoology, Faculty of Biology, University of Duisburg-Essen, 45117 Essen, Germany
  3. Institute of Vertebrate Biology, CAS, Květná 8, 603 65 Brno, Czech Republic
DOI:10.1098/rsbl.2010.1145
Penerbit:Biology Letters
Edisi/Tanggal:Biol. Lett. January 12, 2011
Download:(maaf link kami disable)
Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Hynek Burda http://www.uni-due.de/zoology/burda_en.shtml
John Phillips http://www.biol.vt.edu/faculty/phillips/behavlab2/phillipsmain.html
Wolfgang Wiltschko http://www.uni-frankfurt.de/fb/fb15/institute/inst-1-oeko-evo-div/AK-Wiltschko/index.html

Artikel Lainnya: