Pages

Panda Lebih Suka Bambu di Hutan Perawan Bersemak Khas

Jurnal KeSimpulan.com - Panda lebih suka hutan tua. Panda Raksasa melahap setiap bambu, tetapi mereka juga rewel dengan urusan selera dan di mana mereka tinggal.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa panda lebih memilih berkeliaran di vegetasi tua atau hutan alam yang belum pernah dimasuki atau terganggu oleh keberadaan manusia. Para konservasionis berharap agar kebijakan konservasi satwa liar dapat melindungi dan menjamin kelangsungan hidup spesies ikon ini.

Untuk lebih memahami bagaimana habitatasi panda, Wei Fuwen, ekolog dari Chinese Academy of Sciences di Institute of Zoology di Beijing dan koleganya melakukan survei panda ketiga secara nasional yang dilakukan pertama kali pada 1999-2003 oleh Chinese State Forestry Administration, survei paling komprehensif yang selama ini pernah dilakukan. Mereka mencoba menghitung setiap panda hidup di alam bebas sekitar 1600 dimana 40% lebih dari yang diprediksi.

Tetapi Wei mengatakan selama ini belum pernah dilakukan analisis data untuk memahami preferensi habitat panda. Wei menganalisis jumlah panda di habitat yang berbeda untuk mengetahui pengaruh tipe dan umur hutan, diameter pohon, ketersediaan bambu, dan banyak variabel lainnya.

Tidak mengherankan bahwa ketersediaan bambu adalah variabel pertama yang menentukan di mana panda ditemukan. Tetapi para peneliti juga menemukan ketersediaan bambu yang sebanding, panda jauh lebih menyukai hutan yang tidak terganggu yaitu hutan yang belum dilakukan reboisasi setelah pembalakan. Hutan hasil reboisasi memiliki karakteristik semak belukar yang berbeda dengan hutan yang masih perawan dan melapor ke Biology Letters.

Kesimpulan laporan ini "bukan berita baru bagi dunia sains dan konservasi panda," kata Wang Hao, biologi konservasi dari Peking University, yang tidak terlibat dalam pekerjaan.

Hao mengatakan studi-studi lain telah menunjukkan korelasi yang sama, namun laporan baru menambah bobot ilmiah untuk menyerukan perlindungan hutan alami yang tentu saja akan membantu kelangsungan hidup panda.
Old-growth forest is what giant pandas really need

Penulis :

Zejun Zhang1,2,3
Ronald R. Swaisgood2
Shanning Zhang4
Lisa A. Nordstrom2
Hongjia Wang5
Xiaodong Gu5
Jinchu Hu3
Fuwen Wei1

Afiliasi :
  1. Key Laboratory of Animal Ecology and Conservation Biology, Institute of Zoology, Chinese Academy of Science, Beijing, People's Republic of China
  2. Applied Animal Ecology, San Diego Zoo Institute for Conservation Research, San Diego, CA, USA
  3. Institute of Rare Animals and Plants, China West Normal University, Nanchong, People's Republic of China
  4. China Wildlife Conservation Association, Beijing, People's Republic of China
  5. Sichuan Forestry Department, Wildlife Conservation Division, Chengdu, People's Republic of China
DOI:10.1098/rsbl.2010.1081
Penerbit:Biology Letters
Edisi/Tanggal:Biol. Lett. January 12, 2011
Download:(maaf link kami disable)
Artikel Terkait :

Credit : Zejun Zhang (Old-growth forest is what giant pandas really need; Biology Letters; DOI:10.1098/rsbl.2010.1081

Artikel Lainnya: