Pages

Kutu Busuk Tempat Tidur Cimex lectularius Kembangkan DNA Tahan Pestisida

Jurnal KeSimpulan.com - DNA Kutu busuk melakukan perlawanan terhadap pestisida. Anda mengalami kesulitan mengeluarkan kutu busuk sialan bahkan dengan pestisida?

Mereka mungkin telah mengembangkan gen baju besi sehingga tahan terhadap racun serangga. Analisis genetik kutu tempat tidur kepinding (Cimex lectularius) mengungkap bahwa serangga penghisap darah mengembangkan perlawanan terhadap pestisida.

Setelah kutu busuk menyeruput darah sering meninggalkan benjolan karena rasa gatal pada situs. Setelah mereka berpesta, parasit 6 milimeter ini bermeditasi di celah-celah gelap hingga enam bulan untuk mencerna darah kita yang dicuri sehingga untuk menemukan dan memberantas mereka sangat sulit.

Sejak 1940-an, insektisida dosis tinggi digunakan secara luas, DDT telah membuat populasi kutu busuk menurun. Namun dalam dekade terakhir, populasi mereka meningkat 100 hingga 500 persen di Amerika Utara, Eropa, Asia timur dan Australia. Kebangkitan parasit ini sebagian disebabkan oleh peningkatan perjalanan manusia ke dan dari daerah pemasok kutu busuk serta penjualan mebel dan pakaian bekas yang terinfeksi.

Tetapi peningkatan populasi juga tumbuh karena mereka telah mengembangkan ketahanan terhadap pestisida seperti piretroid, kata Omprakash Mittapalli, entomolog dari Ohio State University di Wooster. Memahami bagaimana makluk memakai baju besi perlindungan baru dapat memberi metode kontrol yang lebih efektif.

Mittapalli dan rekannya curiga seperti hama lainnya, kutu busuk resisten memproduksi lebih banyak detoxifying enzymes seperti cytochrome P450s dan glutathione S-transferases (GSTs) yang menelan senyawa beracun dalam pestisida berbahaya setelah mereka merubah struktur kimia.

Para peneliti melakukan sekuens messenger RNA (mRNA) dari laboratorium yang memelihara kutu busuk yang rentan terhadap pestisida. Dengan membandingkan mRNA ke database sekuens genetik, Mittapalli menemukan beberapa gen menyandikan cytochrome P450 dan GST enzymes.

Mittapalli kemudian membandingkan populasi kutu rentan dengan populasi kepinding yang tampaknya tahan pestisida yang dikumpulkan dari sebuah apartemen di Columbus, Ohio, yang selamat setelah diberondong insektisida berulang. Peneliti melihat bagaimana tingkat gen enzim pengkode mRNA bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan kutu busuk dari balita hingga dewasa.

Sepanjang kehidupan kutu busuk, gen cytochrome P450 lebih diekspresikan dalam populasi yang telah terkena pestisida daripada populasi yang rentan. Balita dalam populasi yang terpapar pestisida juga menyatakan jumlah lebih tinggi GST mRNA daripada kutu yang rentan pestisida, walaupun pada dewasa tidak ada perbedaan yang signifikan.

Hasil penelitian menunjukkan resistensi pestisida mungkin karena "kombinasi perubahan genetik kutu," kata Mittapalli, melapor ke PLoS ONE.

Michael Keller, entomolog dari University of Adelaide, Australia, mengatakan hasil studi memberikan "bukti kuat" bahwa enzim adalah mekanisme resistensi. Namun, Keller menunjukkan kehadiran enzim secara tidak langsung (melalui aktivitas mRNA) daripada secara langsung, sehingga cara resistensi "memerlukan konfirmasi".

Mittapailli mengakui melihat mRNA "untuk mendapatkan gen secara fungsional aktif dalam genome kutu". Dia sekarang akan mengkonfirmasi fungsi gen dan mengamati perubahannya.

Keller mengatakan di masa depan, insektisida mungkin akan disaring untuk memastikan tidak akan detoksifikasi oleh enzim. Atau, metode pengendalian baru bisa dirancang untuk memblokir jalur detoksifikasi.
Transcriptomics of the Bed Bug (Cimex lectularius)

Penulis :

Xiaodong Bai1
Praveen Mamidala1
Swapna P. Rajarapu1
Susan C. Jones2
Omprakash Mittapalli1

Afiliasi :
  1. Department of Entomology, Ohio Agricultural and Research Development Center, The Ohio State University, Wooster, Ohio, United States of America
  2. Department of Entomology, The Ohio State University, Columbus, Ohio, United States of America
DOI:10.1371/journal.pone.0016336
Penerbit:PLoS ONE
Edisi/Tanggal:PLoS ONE 6(1): e16336, January 19, 2011
Download: Full Text (PDF) + Support Info (Ta1 / Ta2 / Ta3 / Ta4 / Ta5 / Ta6)
Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Omprakash Mittapalli http://oardc.osu.edu/phone_single.asp?id=3693
Michael Keller http://www.adelaide.edu.au/directory/mike.keller

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment