Pages

Sekuens mtDNA Tulang di Gua El Sidrón Ungkap Kisah Patrilokal Neanderthal

Jurnal KeSimpulan.com - Drama mengerikan memberi petunjuk struktur keluarga Neanderthal. Analisis DNA mitokondria (mtDNA) mengungkap kisah pembantaian 49.000 tahun yang lalu.

Dalam sebuah gua di Spanyol utara, para peneliti menemukan petunjuk identitas korban pembunuhan massal yang dilakukan 49.000 tahun yang lalu. Tulang-tulang dari 12 pria, wanita, dan anak-anak yang menyembul dari lantai mungkin sisa-sisa sebuah keluarga Neandertal yang dibunuh bahkan dimakan oleh sesama Neandertal.

Para peneliti telah lama bertanya-tanya mengapa Neanderthal punah? Beberapa peneliti berpikir Neandertha tidak memiliki keragaman genetik untuk bertahan hidup dari virus mematikan atau tantangan lainnya. Peneliti lain mengusulkan bahwa kelompok-kelompok sosial mereka lebih kecil dan kurang canggih dibandingkan dengan manusia modern.

Jika demikian, jaringan perdagangan makanan, peralatan atau informasi penting untuk bertahan hidup tidak akan dapat diandalkan. Namun, semua sulit untuk menguji hipotesis tersebut dengan fosil. Sekarang, analisis DNA tulang purba telah memberikan petunjuk langka ke dalam struktur keluarga sepupu dekat manusia modern ini dan mulai menguak misteri.

Tulang-tulang yang terawat baik dalam sebuah gua di El Sidrón, tim peneliti Spanyol mengekstrak dan menganalisis mtDNA dan fragmen kromosom Y dari 12 Neandertal. Tulang terpotong dan remuk oleh alat-alat batu hingga sumsum terbuka sehingga menguatkan hipotesis bahwa kanibalisme Neandertal dilakukan sebelum jasad mereka dikubur segera setelah mati pada 49.000 tahun yang lalu. Para peneliti juga menemukan individu dalam kelompok yang memiliki kemiripan struktur genetik sehingga mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa Neanderthal kurang memiliki keragaman genetik daripada manusia modern.

Tim menemukan 3 pria dewasa, 2 laki-laki remaja, dan 1 anak membawa garis keturunan sama pada mtDNA yang diwarisi hanya dari seorang ibu sehingga ada kedekatan hubungan maternal. Sebaliknya, 3 wanita dewasa memiliki mtDNA dari tiga garis keturunan yang berbeda, menunjukkan bahwa mereka kurang erat terkait satu sama lain secara maternal, kata Carles Lalueza-Fox, biolog evolusi dari Institute of Evolutionary Biology (CSIC-UPF) di Barcelona, Spanyol. Neanderthal lainnya dalam kelompok termasuk seorang remaja, anak, dan bayi, yang semuanya membawa jenis mtDNA yang berasal dari satu wanita dewasa, menunjukkan bahwa mereka keturunannya atau kerabat dekat.

"Ini terlihat seperti sebuah keluarga. Mirip dengan apa yang akan Anda temukan jika pergi ke pesta pernikahan dan membawa sampel orang-orang dalam pesta tersebut. Jika anda membawa sampel 12 orang dari jalan, Anda tidak akan menemukan orang-orang begitu banyak dengan mtDNA yang sama.." kata Lalueza-Fox bersama tim yang melaporkan hasil temuan hari ini ke Proceedings of the National Academy of Sciences.

Lalueza-Fox berpikir kesamaan mtDNA di antara laki-laki menunjukkan bahwa mereka tinggal dalam kelompok-kelompok kecil dengan laki-laki yang terkait erat dan para wanita yang pindah dari marga-marga lain, sebuah sistem sosial bernama patrilocality. Mirip dengan manusia modern yaitu sekitar 70% manusia dari budaya pemburu dan pengumpul yang hidup dalam kelompok-kelompok patrilokal.

"Dunia Neanderthal adalah sebuah dunia yang sangat kecil. Mereka dalam kelompok-kelompok keluarga kecil. Ketika mereka bertemu satu sama lain, hal-hal yang mungkin terjadi saling bertukar wanita untuk membunuh bahwa memakan satu sama lain.." kata Lalueza-Fox.

Dalam hal ini kelompok tertentu tampak dimakan oleh kelompok Neanderthal lainnya yang sangat lapar karena retak-retak kecil membuka sumsum tulang dan menghancurkan tengkorak untuk menjangkau otak.

Jean-Jacques Hublin, paleoantropolog dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, mengatakan bukti bahwa kelompok patrilokal dan para wanita lebih bergerak daripada laki-laki adalah "agak meyakinkan."

Tetapi Linda Vigilant, antropolog molekul juga dari Max Planck, memperingatkan bahwa sebuah penelitian kelompok tunggal dari sampel 12 Neandertal tidak cukup untuk generalisasi struktur sosial dari suatu spesies. Peneliti perlu tahu seberapa sering orang yang tidak satu kerabat dekat berbagi mtDNA, serta mengkonfirmasi temuan dengan DNA nuklei untuk memastikan kesimpulan.
Genetic evidence for patrilocal mating behavior among Neandertal groups

Penulis :

Carles Lalueza-Fox1
Antonio Rosas2
Almudena Estalrrich2
Elena Gigli1
Paula F. Campos3
Antonio García-Tabernero2
Samuel García-Vargas2
Federico Sánchez-Quinto1
Oscar Ramírez1
Sergi Civit4
Markus Bastir2
Rosa Huguet5
David Santamaría6
M. Thomas P. Gilbert3
Eske Willerslev3
Marco de la Rasilla6

Afiliasi :
  1. Institute of Evolutionary Biology, Consejo Superior de Investigaciones Cientificas-Universitat Pompeu Fabra, 08003 Barcelona, Spain
  2. Paleoanthropology Group, Department of Paleobiology, Museo Nacional de Ciencias Naturales, Consejo Superior de Investigaciones Cientificas, 28006 Madrid, Spain
  3. Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, Øster Voldgade 5-7, 1350 Copenhagen, Denmark
  4. Department of Statistics, Faculty of Biology, University of Barcelona, 08028 Barcelona, Spain
  5. Institut Català de Paleoecologia Humana i Evolució Social, Unitat Asociada al Consejo Superior de Investigaciones Cientificas, Universitat Rovira i Virgili, 43002 Tarragona, Spain
  6. Área de Prehistoria, Departamento de Historia, Universidad de Oviedo, 33011 Oviedo, Spain
DOI:10.1073/pnas.1011553108
Penerbit:Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)
Edisi/Tanggal:PNAS December 20, 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information

Artikel Terkait :

Carles Lalueza-Fox http://www.ibe.upf-csic.es/ibe/research/research-groups/lalueza-fox.html

Credit : Carles Lalueza-Fox (A paleogenetical study determines the blood group of Neanderthal man), http://www.upf.edu/cexs/actualitat/neandarthals.htm

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment