Pages

Periodisasi Paleoindian Archaic dan Woodland Efek Regim Perubahan Iklim

Jurnal KeSimpulan.com - Bumi telah memanas dan cepat atau lambat kita harus menyesuaikan gaya hidup jika ingin beradaptasi dan Bertahan hidup.

Tetapi apakah perubahan iklim sudah merubah budaya prasejarah? Mungkin kita bisa belajar dari penghuni awal Amerika Utara. Sebuah studi baru menemukan korelasi kuat antara perubahan iklim dan perubahan budaya prasejarah sekarang di Amerika Serikat. Arkeolog prasejarah membagi Amerika Utara menjadi tiga fase budaya yaitu periode Paleoindian, Archaic, dan Woodland. Mereka dicirikan dengan kecenderungan peningkatan gaya hidup menetap dan pergeseran jenis tanaman dan hewan, serta perubahan jenis alat dan artefak lain yang mereka gunakan.

Sebagai contoh, selama periode Paleoindian yang dimulai sekitar 13.500 tahun yang lalu, manusia hidup di dengan kelompok kecil nomaden dengan berburu. Periode Archaic yang dimulai di timur laut sekitar 11.250 tahun yang lalu, ditandai dengan pergeseran lebih kecil, munculnya penangkapan ikan dan basis pemukiman semipermanen. Kemudian periode Woodland dimulai sekitar 3000 tahun yang lalu menjadi awal pertanian dan kehidupan desa secara penuh serta munculnya tembikar. Catatan arkeologik sering mencerminkan budaya transisi ini, misalnya perikanan muncul pada periode Archaic, dan tembikar pertama untuk menyimpan gandum muncul selama periode Woodland.

Apakah perubahan iklim menyebabkan pergeseran ini? Beberapa peneliti mengatakan ya. Pada tahun 2005, tim yang dipimpin oleh Paige Newby, arkeolog dari Brown University menemukan selama snap dingin yang disebut Younger Dryas (berlangsung dari 12.900 sampai 11.600 tahun yang lalu), masa Paleoindians yang mempelopori titik bergalur untuk berburu hewan besar seperti caribou (rusa es). Tetapi mereka meninggalkan segera ketika iklim mulai memanas di akhir Younger Dryas dimana caribou menghilang dan Bumi mulai menikmati suhu yang mirip dengan hari ini.

Untuk melihat seberapa kuat korelasi antara iklim dan budaya prasejarah, sebuah tim besar yang dipimpin oleh Samuel Munoz, geografer dari University of Ottawa di Kanada, menganalisis data terbaik yang tersedia dari Amerika Serikat timur laut. Cakupan penelitian meliputi situs arkeologi dari Maine ke Pennsylvania termasuk dating radiokarbon 1887 lebih dari 500 situs, 63 serbuk sari dan 40 catatan charcoal (yang menunjukkan jenis tanaman yang hadir), serta catatan isotop sedimen danau-danau (yang memberikan indikasi suhu dan kelembaban tanah).

Tim menemukan bahwa hampir semua periode transisi antara satu budaya dengan budaya berikutnya terjadi pada saat terjadi perubahan ekologi dan lingkungan. Dengan demikian periode Paleoindian, 13.500 sampai 11.250 tahun yang lalu, ditandai dengan adanya adaptasi dingin tanaman seperti rumput teki musimam dan pohon cemara serta pinus.

Masa awal Archaic, 11.250 sampai 8200 tahun yang lalu sesuai dengan iklim lebih hangat dengun penurunan pinus dan peningkatan pohon oak. Pada 8200 tahun yang lalu, mantra dingin pendek melanda sebagian besar dunia, manusia prasejarah mengalami pergeseran budaya lain yang dikenal sebagai Middle Archaic period. Arkais Akhir, awal 5250 tahun yang lalu dan periode Woodland pada 3000 tahun yang lalu ditemani oleh iklim dengan lebih banyak perubahan vegetasi.

Para peneliti tidak mengklaim bahwa perubahan iklim secara langsung mendorong perubahan budaya, tetapi mereka berpendapat bahwa periode manusia prasejarah periodik menyesuaikan peralatan dalam menanggapi perubahan iklim. Munoz mengatakan penelitian dalam cakupan wilayah bersama dengan studi individu di situs arkeologi memungkinkan peneliti untuk menentukan seberapa besar iklim menyebabkan perubahan budaya.

Bryan Shuman, paleoklimatolog dari University of Wyoming di Laramie, mengatakan korelasi dalam penelitian baru "mencolok, transisi budaya utama terjadi tepat ketika transisi iklim dan ekologi berlangsung." Shuman sependapat dengan Munoz bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk menelaah bagaiman manusia prasejarah "disesuaikan" oleh transisi tersebut.

Tetapi Anthony Brown, paleoekolog dari University of Southampton di Inggris, mengingatkan bahwa periodisasi budaya yang digunakan dalam penelitian ini mungkin belum akurat. Seringkali, para arkeolog menggali situs dengan beberapa artefak budaya menggunakan dating radiokarbon untuk meneba budaya yang mereka teliti, sehingga menciptakan sebuah "proses sirkuler" yang bisa membuat upaya tim untuk menghubungkan budaya dan iklim "bermasalah."
Synchronous environmental and cultural change in the prehistory of the northeastern United States

Penulis :

Samuel E. Munoz1
Konrad Gajewski
Matthew C. Peros

Afiliasi :
  1. Laboratory for Paleoclimatology and Climatology, Department of Geography, University of Ottawa, Ottawa, ON, Canada K1N 6N5
DOI:10.1073/pnas.1005764107
Penerbit:Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)
Edisi/Tanggal:PNAS December 6, 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information
Artikel Terkait :

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment