Pages

Evolusi Dimulai Organ Kulit Bunga Karang Sebagai Hewan Multisel

Jurnal KeSimpulan.com - Kulit adalah organ pertama yang berkembang. Dalam evolusi organ, kulit datang di tempat pertama.

Temuan menunjukkan sponges (bunga karang) memiliki proto-kulit yang memisahkan bagian dalam dengan luar pada hewan multiseluler sebagai kunci evolusi. Sejak tahun 1960-an, sponges yang memiliki lapisan sel luar atau epitel (epithelium) berbeda, tetapi karena kurangnya gen yang terlibat diasumsikan hal ini bukan organ fungsional.

Sekarang, Sally Leys dan rekanya dari University of Alberta di Edmonton, Kanada, telah menunjukkan sebaliknya. Ketika membudidayakan flat sponges pada membran tipis dengan cairan di atas dan di bawah, mereka menemukan bahwa beberapa epitel terus mengeluarkan molekul, kadang-kadang molekul diizinkan melewati hanya 0,8 persen dalam periode 3 jam, mereka melapor ke PLoS ONE.

Bunga karang merupakan hewan multisel pertama untuk berkembang sebagai asal-usul kehidupan di Bumi, sehingga evolusi ini berkontribusi pada semua makhluk hidup kompleks yang memiliki kulit. Leys berpikir organ ini vital seperti isolasi hewan dari lingkungannya agar sel-sel bisa mengirim sinyal kimia satu sama lain tanpa gangguan, sebuah setting organ kompleks untuk berevolusi.

Scott Nichols dari University of California, Berkeley, mengatakan temuan ini memperkuat teori bahwa sponges merupakan nenek moyang hewan lain daripada spesies saudara.
Freshwater Sponges Have Functional, Sealing Epithelia with High Transepithelial Resistance and Negative Transepithelial Potential

Penulis :

Emily D. M. Adams1
Greg G. Goss1
Sally P. Leys1

Afiliasi :
  1. Physiology, Cell and Developmental Biology Group, Department of Biological Sciences, University of Alberta, Edmonton, Alberta, Canada
DOI:10.1371/journal.pone.0015040
Penerbit:PLOS ONE
Edisi/Tanggal:5(11): e15040; November 29, 2010
Download:Full Text (PDF) + Support Info (Fig1 + Fig2 + Tab1 + Tab2)
Artikel Terkait :

Sally Leys http://www.biology.ualberta.ca/faculty/sally_leys/

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment