Pages

Coesite dan Stishovite dalam Meteorit Asuka-881757 yang Menghantam Bulan

Jurnal KeSimpulan.com - Hujan batu di negeri sendiri tak apalah. Tetapi hujan meteorit di Bulan juga dapat membuat celaka penduduk di Bumi.

Sekitar 3,8 miliar tahun lalu, selama bencana alam menghantam Bulan, banyak meteorit menghunjam, membentuk permukaan kawah dengan fitur yang khas. Potongan-potongan Bulan kadang-kadang terlontar keluar hingga mencapai Bumi, demikian laporan para peneliti ke Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS) pekan ini.

Eiji Ohtani, geografer dari Tohoku University di Sendai, Jepang, dan rekannya mempelajari serpihan material Asuka-881757, meteorit Bulan yang ditemukan di Antartika pada tahun 1989. Mereka menggeledah unsur-unsur kimia menggunakan teknik mikroanalisis canggih seperti micro-Raman spectroscopy, scanning electron microscopy dengan electron back-scatter diffraction, dan transmission electron microscopy.

Penelitian sebelumnya menunjukkan agregat kasar pyroxene, plagioclase, dan ilmenite dalam meteorit yang juga tampil dalam berbagai fitur dan tekstur dimana para peneliti melihatnya tercetak selama dampak hantaman. Para peneliti menemukan polymorphisms silica (seperti coesite dan stishovite crystallites dalam butiran amorphous silica) yang tidak biasanya ditemukan dalam sampel Bulan, kemungkinan mencerminkan tekanan yang diciptakan oleh dampak meteorit selama menghujani Bulan.

Para penulis menggunakan tekstur hantaman untuk memperkirakan kondisi yang diciptakan oleh dampak pada awal terbentuknya Bulan. Ohtani mengatakan keberadaan silica polymorphisms menunjukkan bahwa tekanan tinggi mineral mungkin konstituen umum permukaan Bulan.

Polymorphs bertekanan tinggi dari SiO2 dalam amorphous silica menunjukkan bahwa meteorit mengalami hantaman keseimbangan dan tekanan minimal 8-30 GPa. Butir kuarsa sekunder juga diamati terpisah dari butir amorphous silica dalam meteorit. Waktu kronologis diperkirakan 39Ar/40Ar, menunjukkan bahwa basal sumber meteorit ini terjadi pada 3,8 miliar tahun yang lalu saat bencana alam terjadi yaitu selama bombardir objek angkasa menghantam permukaan Bulan.
Coesite and stishovite in a shocked lunar meteorite, Asuka-881757, and impact events in lunar surface

Penulis :

E. Ohtani1
S. Ozawa1
M. Miyahara1
Y. Ito1
T. Mikouchi2
M. Kimura3
T. Arai4
K. Sato5
K. Hiraga5
Afiliasi :
  1. Department of Earth Science, Graduate School of Science, Tohoku University, Sendai 980-8578, Japan
  2. Department of Earth and Planetary Science, University of Tokyo, Tokyo 113-0033, Japan
  3. Faculty of Science, Ibaraki University, Mito 310-8512, Japan
  4. Planetary Exploration Research Center, Chiba Institute of Technology, 2-17-1 Tsudanuma, Narashino, Chiba 275-0016, Japan
  5. Institute for Materials Research, Tohoku University, Sendai 980-8577, Japan
DOI:10.1073/pnas.1009338108
Penerbit:Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS)
Edisi/Tanggal:PNAS December 27, 2010
Download:Full Text (PDF)
Artikel Terkait : Cari Artikel Terkait
Credit : E. Ohtani et. al. (Coesite and stishovite in a shocked lunar meteorite, Asuka-881757, and impact events in lunar surface), Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS), DOI:10.1073/pnas.1009338108

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment