Pages

Suplemen Penurunan Kognitif Docosahexaenoic acid (DHA) dan Alzheimer

Jurnal KeSimpulan.com - Selama ini Omega-3 mendapatkan review baik sebagai nutrisi otak meskipun tetap tidak konsisten dan tetap menjadi pro-kontra.

Mereka meneriakkan Omega-3 meningkatkan fungsi kognitif pada semua orang dari para bayi hingga para senior. Tetapi pasien Alzheimer tidak mendapat manfaat dari semua ini. Studi baru yang dilaporkan 2 minggu yang lalu dengan hasil mengecewakan. Namun tidak berarti omega-3 tanpa guna karena penelitian lain telah menemukan bahwa nutrisi ini dapat membantu jantung dan sistem tubuh lainnya. Tetapi ketika datang ke otak, sepertinya asam lemak tidak seperti yang digemborkan.

Orang yang makan banyak ikan mungkin mengurangi risiko mengembangkan demensia atau masalah penuaan kognitif. Penelitian obsevasional juga menemukan bahwa mengkonsumsi omega-3 selama kehamilan dapat mengurangi depresi pasca melahirkan dan meningkatkan perkembangan neural pada anak-anak. Terlebih lagi, hewan dengan Alzheimer seperti dibantu oleh docosahexaenoic acid (DHA), salah satu dari beberapa asam lemak omega-3. Semua ini menyarankan bahwa populasi tertentu akan mendapatkan keuntungan dari takaran DHA, kata Joseph Quinn, neurolog dari Oregon Health dan Science University di Portland.

Tetapi apakah suplemen ini benar-benar membantu? Untuk mengetahui, Quinn dan rekan-rekannya menguji efek DHA terhadap Alzheimer pada 402 orang dengan tingkat ringan dan sedang. Responden secara random mengambil DHA atau plasebo. Hanya 295 orang menyelesaikan studi. Quinn berpikir para responden menilai bahwa intervensi omega-3 tidak efektif. Meskipun demikian, tim masih memiliki data yang cukup untuk menyimpulkan bahwa DHA ternyata tidak membantu. Kelompok DHA dan plasebo tidak beda nyata.

"Ini laporan yang sangat padat dan sayangnya hasil negatif," kata Quinn.

"Jika Anda punya lubang besar di otak, Anda tidak cukup untuk menambal dengan DHA," kata Alan Dangour, nutrisian dan peneliti kesehatan masyarakat dari London School of Hygiene & Tropical Medicine. Namun, studi Quinn adalah "studi terbesar dan terbaik yang pernah dilakukan," kata Dangour.

Tahun lalu, Dangour dan rekan-rekannya melaporkan penelitian pada 15.000 orang di 10 negara yang mengkonsumsi banyak ikan dapat mengurangi risiko mengembangkan demensia. "Hal ini telah banyak ditunjukkan dan sepertinya ada beberapa link lain," kata Dangour. Tapi koneksi tidak di dalam ikan. Sebaliknya, bisa dari, misalnya, daging dengan lemak jenuh yang telah dikaitkan dengan demensia.

Pertanyaan lain bagi para ilmuwan apakah DHA pada orang sehat benar-benar memberi banyak perbedaan. Inilah yang mendorong Maria Makrides, nutrisian dari University of Adelaide di Australia, melakukan penelitian. Makrides dan rekan-rekannya melaporkan 2 minggu yang lalu di antara 2.399 wanita hamil, kapsul munyak ikan kaya DHA tidak meningkatkan perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak mereka hingga usia 18 bulan. Juga tidak membantu mencegah depresi postpartum. "Sebenarnya kita juga perlu mempertimbangkan adaptasi fisiologis yang terjadi selama kehamilan" misalnya, DHA pada wanita hamil dengan wanita yang tidak hamil. Ada beberapa bukti untuk itu, kata Makrides.

Pada beberapa populasi sempit, suplemen DHA membuat perbedaan, namun tahun lalu, Makrides dan rekan-rekannya melaporkan bahwa bayi prematur mendapat manfaat dari DHA ekstra mungkin karena mereka pada dasarnya banyak kehilangan pada trisemester terakhir kehamilan, ketika biasanya menumpuk DHA. Dalam studi Quinn, ada petunjuk bahwa orang yang tidak membawa versi gen terkait dengan Alzheimer, ApoE4, mungkin juga akan terbantu oleh DHA.


Influenza A (H5N1) Viruses from Pigs, Indonesia

Penulis :

Joseph F. Quinn
Rema Raman
Ronald G. Thomas
Karin Yurko-Mauro
Edward B. Nelson
Christopher Van Dyck
James E. Galvin
Jennifer Emond
Clifford R. Jack Jr
Michael Weiner
Lynne Shinto
Paul S. Aisen

DOI:10.1001/jama.2010.1510
Penerbit:Journal of the American Medical Association (JAMA)
Edisi:JAMA. 2010;304(17):1903-1911
Download:Full Text (PDF)
Artikel Terkait

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment