Pages

Sel Kulit dan Folikel Rambut Untuk Reparasi Tulang Belakang

Jurnal KeSimpulan.com - Sel-sel yang dibuat dari kulit atau folikel rambut memberikan prospek perbaikan tulang belakang menjadi lebih realistis.

Suatu hari, sel-sel dari kulit bisa memperbaiki sel-sel saraf tulang belakang dengan potensi besar untuk mengobati kelumpuhan orang itu sendiri. Studi pada tikus dan anjing telah menunjukkan bahwa Olfactory ensheathing cells (OECs) yang melindungi sel saraf bundel dapat membantu memperbaiki kerusakan pada sumsum tulang belakang dan saraf yang mengontrol kaki hewan. Pada tikus dan anjing, sel-sel ini dapat memperbaiki kerusakan pada sumsum tulang belakang dan saraf yang mengarah ke cakar hewan.

Prospek untuk aplikasi dalam terapi ini terbatas karena hanya bersumber pada lapisan hidung dan olfactory bulb di otak di mana sinyal penghidu diproses. Biopsi lapisan hidung manusia hanya menghasilkan sejumlah kecil OECs dan mendapatkannya dari olfactory bulb bersifat invasif dan berpotensi berbahaya. Clare Baker dari University of Cambridge dan koleganya menyuntikkan embrio ayam dan tikus dengan sel pial neural rekayasa genetika menjadi hijau menyala ketika disinari ultraviolet.

Puncak sel-sel syaraf adalah sel primordial yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi sel-sel sistem syaraf. Dengan pelacakan visual sel-sel dalam perkembangan embrio ditemukan beberapa darinya menjadi OECs. Karena sel pial neural juga dapat diisolasi dari folikel kulit dan rambut, OECs berpotensi bisa tumbuh dari sel pasien sendiri.

Geoffrey Raisman yang mengembangkan terapi berdasarkan OECs di Institute of Neurology di London, mengatakan studi ini menyediakan sumber yang lebih baik untuk sel. "Tetapi masalahnya bukan sumber dari mana, apakah Anda dapat membudidayakan sel-sel cukup banyak untuk terapi," kata Raisman. Baker sependapat dan mengatakan tantangan sekarang adalah mengetahui bagaimana mengubah sel-sel pial neural secara besaran-besar untuk OECs di laboratorium.
Neural crest origin of olfactory ensheathing glia

Penulis :

Perrine Barraud1
Anastasia A. Seferiadis1
Luke D. Tyson1
Maarten F. Zwart1
Heather L. Szabo-Rogers2
Christiana Ruhrberg3
Karen J. Liu2
Clare V. H. Baker1

Afiliasi :
  1. Department of Physiology, Development and Neuroscience, University of Cambridge, Cambridge CB2 3DY, United Kingdom;
  2. Department of Craniofacial Development, King's College London, London SE1 9RT, United Kingdom; and
  3. University College London Institute of Ophthalmology, University College London, London EC1V 9EL, United Kingdom
DOI:10.1073/pnas.1012248107
Penerbit:Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)
Edisi/Tanggal:PNAS November 15, 2010
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information
Cari Artikel Terkait :

Clare Baker http://www.neuroscience.cam.ac.uk/directory/profile.php?clarebaker
Spinal Repair http://www.ion.ucl.ac.uk/departments/repair/themes/spinal-repair

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment