Pages

Pistol Radar Polisi Mengidentifikasi Calon Pelaku Bom Bunuh Diri

Jurnal KeSimpulan.com - Pistol radar yang digunakan polisi untuk mendeteksi pengendara ngebut menginspirasi versi baru untuk mengidentifikasi calon pembom bunuh diri.


Sebuah tembakan pistol radar pulsa microwave pada mobil untuk mengukur pergeseran Doppler dari sinyal yang terpantul untuk menghitung kecepatannya. Namun, kekuatan dan polarisasi refleksi sinyal yang terpantul (radar cross section) dapat memberikan informasi tambahan tentang ukuran dan bentuk objek yang dipantulkan serta materi itu terbuat dari apa.

William Fox dari Naval Postgraduate School di Monterey, California, dan John Vesecky dari University of California, Santa Cruz, bertanya-tanya apakah kabel dalam rompi suicide bomber dapat dideteksi menggunakan pistol radar untuk menjemputnya atau mengamankan dari keramaian.

Untuk mengetahui, software yang digunakan untuk mensimulasikan bagaimana sinyal radar pada 1 gigahertz dan 10 gigahertz akan terpantul dari model pemasangan kabel penghubung yang secara umum biasanya digunakan oleh pembom bunuh diri. Mereka menemukan bahwa sinyal secara jelas tercermin jelas pada di kisaran 10 gigahertz.

Bersama dengan rekannya Kenneth Laws, para peneliti kemudian menembak pulsa daya rendah radar 10 gigahertz 10 pada sekelompok relawan, beberapa rompi memakai kabel seperti rompi pembom bunuh diri. Sekitar 85 persen faktor petunjuk dalam polarisasi sinyal yang terpantul memungkinkan peneliti mengidentifikasi keberadaan "bomber" hingga jarak 10 meter.

Tim peneliti berharap tentara AS akan mengembangkan lebih lanjut dalam kesatuan sistem yang memungkinkan peningkatan deteksi dan mencakup perbaikan untuk menghindari alarm palsu yang terpicu oleh logam di bra, perhiasan dan earphone. Peneliti menyarankan temuan tersebut dapat diterapkan di pos pemeriksaan militer bersama kamera CCTV di mal, stasiun kereta api, bandara dan jalan-jalan umum.

Untuk menghindari alarm palsu menjadi tantangan besar, kata Sam Pumphrey, insinyur radar dari Cambridge Consultants, sebuah perusahaan R&D berbasis di Inggris, yang sedang mengembangkan sistem radar untuk mendeteksi bahan peledak yang mungkin tersembunyi di dalam dinding-dinding bangunan ketika dibangun. Pumphrey mengatakan sistem deteksi bom yang bergantung pada pistol radar itu sendiri mungkin akan cenderung positif palsu.

Fox sependapat dan mengatakan radar ini dapat digunakan dengan kombinasi teknologi lain termasuk kamera pengintai yang dapat mengidentifikasi perilaku mencurigakan serta pencitraan inframerah yang mengeksploitasi fakta bahwa bahan peledak sering kacau oleh suhu tubuh.

Sensing and identifying the improvised explosive device suicide bombers: people carrying wires on their body

Penulis :

William P. Fox1
John Vesecky2
Kenneth Laws2

Afiliasi :
  1. Department of Defense Analysis, Naval Postgraduate School, USA
  2. Department of Electrical Engineering, University of California Santa Cruz, USA
DOI:10.1177/1548512910384604
Penerbit:Journal of Defense Modeling and Simulation (JDMS)
Edisi/Tanggal:October 11, 2010
Download:(maaf link kami disable)
Cari Artikel Terkait :

William Fox http://research.nps.edu/cgi-bin/vita.cgi?p=display_vita&id=1172613275
John Vesecky http://users.soe.ucsc.edu/~vesecky/
Kenneth Laws http://users.soe.ucsc.edu/~kip/
Cambridge Consultants http://www.cambridgeconsultants.com/


Artikel Lainnya: