Pages

Pelapukan Emisi CO2 Atmosfer dengan Bedak Olivine dalam Skema Geoengineering

Jurnal KeSimpulan.com - Rencana geoengineering sering terlihat kemewahan teknologi tinggi dengan cermin raksasan berbasis ruang angkasa dan pohon-pohon buatan.

Tetapi kita juga bisa menstabilkan iklim dengan onggokan kapur yaitu batuan yang menghisap karbon dioksida dari udara sebagai kunci dalam mengatasi perubahan iklim. "Peningkatan pelapukan" di dalam teori yaitu menghapus banyak CO2 dari atmosfer seperti yang kita inginkan meskipun tantangan praktis sangat besar, kata Tim Kruger, geografer dari Oxford Geoengineering, suatu networking organisation di Inggris, yang berbicara pada saat konferensi di Royal Society London pekan ini.

Kruger memiliki dua ide bagaimana melakukannya. Pertama melibatkan penambahan kalsium oksida juga dikenal sebagai kapur dan/atau terbuat dari kapur untuk lautan. Kalsium oksida bereaksi dengan air untuk membentuk kalsium hidroksida yang sangat basa untuk menyerap CO2 yang terlarut dalam air laut, membuat sirkulasi laut menghisap CO2 dari udara.

Kedua adalah mengoperasikan suatu arus listrik melalui air laut di dekat permukaan laut yang menyebabkan reaksi kimia dengan garam di dalam air, menghasilkan natrium hidroksida alkaline yang kemudian menyerap CO2 seperti kalsium hidroksida.

"Kedua metode memiliki potensi untuk penarik karbon dioksida tanpa batas," kata Kruger, karena bahan baku yang diperlukan sudah tersedia.

Tentu metode tersebut menjanjikan, namun kedua metode menghadapi tantangan utama, kata Dieter Wolf-Gladrow dari Alfred Wegener Institute for Polar & Marine Research di Bremerhaven, Jerman. Untuk menghasilkan oksida kalsium harus membakar kapur atau batu gamping, menghasilkan CO2 yang harus disimpan dan kelistrikan air laut menghasilkan sejumlah besar asam klorida yang juga harus dibuang. Menghasilkan listrik untuk drive elektrolisis juga bisa menghasilkan CO2.

Wolf-Gladrow telah melihat alternatif lain yaitu menyebarkan mineral Olivine sebagai bedak di wilayah tropis yang lembab. Olivine bereaksi dengan CO2, tetapi hanya bisa menghilangkan paling banyak 3,7 gigaton CO2 per tahun (sekitar sepersepuluh dari emisi tahunan). Terlalu banyak Olivine akhirnya akan larut ke sungai tropis dan membuat lebih alkalis yang merugikan satwa liar.
Geoengineering potential of artificially enhanced silicate weathering of Olivinee

Penulis :

Peter Köhler1
Jens Hartmann2
Dieter A. Wolf-Gladrow1

Afiliasi :
  1. Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research (AWI), P.O. Box 12 01 61, D-27515 Bremerhaven, Germany
  2. Institute for Biogeochemistry and Marine Chemistry, KlimaCampus, Universität Hamburg, Bundesstrasse 55, 20146 Hamburg, Germany
DOI:10.1073/pnas.1000545107
Penerbit:Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS)
Edisi/Tanggal:PNAS November 8, 2010, November 9, 2010, 107 (45)
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information

  • Geoengineering - taking control of our planet's climate ~ http://royalsociety.org/Geoengineering-taking-control-of-our-planets-climate/
  • Tim Kruger ~ http://www.oxfordgeoengineering.org/about.php
  • Dieter Wolf-Gladrow ~ http://www.awi.de/People/show?dieter.wolf-gladrow
  • Oxford Geoengineering ~ http://www.oxfordgeoengineering.org
  • Kurt Zenz House, Christopher H. House, Daniel P. Schrag, and Michael J. Aziz. Electrochemical Acceleration of Chemical Weathering as an Energetically Feasible Approach to Mitigating Anthropogenic Climate Change, Environmental Science and Technology, 2007, 41 (24), pp 8464-8470, DOI:10.1021/es0701816
  • Olivinee ~ http://www.und.nodak.edu/instruct/mineral/320petrology/opticalmin/Olivinee.htm

Artikel Lainnya: