Pages

Kulit Ikan Paus Terbakar Radiasi Ultraviolet Matahari Dampak Penipisan Ozon

Jurnal KeSimpulan.com - Ketika ozon semakin menipis, kita menggunakan payung atau lotion tabir surya untuk melindungi diri dari radiasi ultraviolet matahari (UVR).

Tetapi ikan Paus tidak memiliki kemewahan tersebut dan mereka membayar dengan harga mahal. Para peneliti menemukan sejumlah kasus kulit ikan paus di alam liar terbakar matahari dan melepuh, memicu kekhawatiran bahwa lapisan ozon menipis dapat menyebabkan kanker kulit pada hewan tersebut.

"Kebanyakan orang berpikir paus tidak terbakar karena warna kulit mereka gelap. Tetapi dekade terakhir telah terjadi peningkatan laporan lesi kulit ikan paus dan lumba-lumba," kata Karina Acevedo-Whitehouse, epidemiolog molekuler satwa liar dari Institute of Zoology di London.

Meskipun beberapa lesi mungkin disebabkan oleh patogen seperti jamur dan virus, Acevedo-Whitehouse berpikir kemungkinan radiasi ultraviolet (UVR) memainkan peran juga. UVR memproduksi perubahan spesifik termasuk kerusakan DNA sel-sel kulit sehingga memungkinkan untuk diidentifikasi pelakunya adalah matahari.

Acevedo-Whitehouse bersama dengan mahasiswa pasca sarjana Laura Martinez-Levasseur dari Queen Mary, University of London dan rekan, memotret dan mengumpulkan sampel kulit lebih dari 150 individu dari tiga spesies cetacean yaitu sperm whales (Physeter macrocephalus), blue whales (Balaenoptera musculus), dan fin whales (B. physalus) di Teluk California selama periode 3 tahun. Ketiga spesies bervariasi dalam jumlah pigmentasi kulit dengan paus biru yang paling ringan dalam warna dan sirip paus yang paling gelap.

Di laboratorium, para peneliti menganalisis biopsi kulit yang dikumpulkan dari tembakan panah pada paus dan mengidentifikasi berbagai lesi yang membawa tanda penyinaran matahari, termasuk peningkatan produksi microvesicles yaitu partikel yang membantu memperbaiki kerusakan jaringan, serta pigmen melanin. Tim melaporkan sekitar 95% sampel mengandung sel-sel dengan kerusakan akibat sinar matahari dalam 56% sampel, kerusakan diperpanjang melalui setiap lapisan kulit.

Seperti halnya pada manusia, blue whales berkulit terang paling menderita oleh sinar matahari, sedangkan paus paling gelap yaitu fin whales memiliki kelainan paling sedikit. Meskipun sperm whales lebih gelap daripada blue whales, hampir memiliki jumlah kerusakan yang sama akibat sinar matahari, para peneliti berspekulasi mungkin karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di permukaan untuk bernapas.

Juga seperti manusia berkulit putih, ikan paus biru tampaknya merespon sinar matahari dengan memproduksi lebih banyak sel-sel berpigmen yang berusaha untuk labih banyak mendaur ulang kulit yang rusak karena sinar matahari dan melindunginya dari UVR.

Selama masa studi 3 tahun, jumlah lecet pada blue whales meningkat 56%, menunjukkan bahwa penipisan ozon yang sedang berlangsung mungkin menyebabkan kerusakan kulit. "Paus dipukul oleh sinar UV setiap hari, setiap kali mereka di permukaan. Pertanyaan besar sekarang bagaimana mekanisme selular," yang dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis, termasuk kanker, kata Acevedo-Whitehouse yang akan melanjutkan studi untuk mempelajari efek jangka panjang UVR pada ikan paus.

"Laporan ini sangat penting karena memberi kita cara untuk mengenali lesi akibat UVR pada ikan paus," kata Marie-Françoise Van Bressem, zoolog dan spesialis penyakit cetacea dari Peruvian Centre for Cetacean Research di Pucusana. "Sangat mudah bagi kita untuk melupakan sinar UV karena kita dapat melindungi diri. Namun ikan paus tidak bisa."
Acute sun damage and photoprotective responses in whales

Penulis :

Laura M. Martinez-Levasseur1,2
Diane Gendron3
Rob J. Knell2
Edel A. O'Toole4
Manuraj Singh4
Karina Acevedo-Whitehouse1,5

Afiliasi :
  1. Institute of Zoology, Regent's Park, London NW1 4RY, UK
  2. School of Biological and Chemical Sciences, Queen Mary University of London, Mile End Road, London E1 4NS, UK
  3. Centro Interdisciplinario de Ciencias Marinas, Instituto Politécnico Nacional, Av. IPN s/n, Playa Palo de Sta Rita, La Paz, BCS C.P. 23000, México
  4. Centre for Cutaneous Research, Blizard Institute of Cell and Molecular Science, Barts and the London School of Medicine and Dentistry, Queen Mary University of London, London E1 2AT, UK
  5. Facultad de Ciencias Naturales, Universidad Autónoma de Querétaro, 76230, Querétaro, México
DOI:10.1098/rspb.2010.1903
Penerbit:Proceedings of the Royal Society, B
Edisi/Tanggal:November 10, 2010
Download:(maaf link kami disable)
Cari Artikel Terkait :

Image Credit : Laura M. Martinez-Levasseur, et all. Figure 4, Acute sun damage and photoprotective responses in whales, Proceedings of the Royal Society B, DOI:10.1098/rspb.2010.1903

Artikel Lainnya: