Pages

Implan Elektronik Memungkinkan Orang Buta Retinal Dystrophy Melihat

Jurnal KeSimpulan.com - Tim peneliti kolaborasi di Jerman dan Amerika Serikat menguji implan elektronik untuk memulihkan penglihatan untuk orang retinal dystrophy.

Distrofi retina adalah kondisi yang disebabkan keturunan atau penuaan usia dan menyebabkan degenerasi fotoreseptor (sel peka cahaya di retina) yang mengarah kebutaan. Kondisi ini mempengaruhi 15 juta orang di seluruh dunia. Eberthart Zrenner dan koleganya dari University of Tübingen di Jerman telah mengembangkan sebuah microchip yang mencatat 1.500 dioda fotosensitif yang terhubung ke retina seperti fotoreseptor normal.

Dioda menanggapi cahaya dan ketika terhubung ke sumber listrik eksternal melalui sebuah kabel ke mata, bisa merangsang syaraf di dekatnya yang biasanya sinyal menuju ke otak, menirukan fotoreseptor sehat. Tim melaporkan pertama kali pada tiga relawan dimana semua bisa menemukan obyek terang. Bahkan satu relawan bisa mengenali obyek normal dan membaca kata-kata.

Saraf di mata biasanya beradaptasi dengan input visual dan menghentikan sinyal transmisi setelah waktu yang singkat. Gerakan kecil mata mengatasi hal ini dengan terus-menerus memproyeksikan gambar bolak-balik antar sel-sel saraf tetangga sehingga masing-masing memiliki waktu untuk pulih dan melanjutkan transmisi sinyal. Karena implan ada di dalam mata, mekanisme ini bisa berjalan dengan normal dalam eksperimen.

Perangkat lain yang kini sedang diuji dapat mengirimkan foto dari kamera untuk saraf mata, tetapi bentuk gambar gerakan kecil di luar mata tidak dapat bertahan dan pasien harus dengan cepat menggelengkan kepala mereka sebagai gantinya. Dalam eksperimen pertama, tim mencopot perangkat setelah beberapa minggu untuk mencegah munculnya reaksi penolakan oleh tubuh. Tapi mereka telah merancang sebuah sistem baru yang dapat ditanam secara permanen.Simak


Subretinal electronic chips allow blind patients to read letters and combine them to words

Penulis :

Eberhart Zrenner1
Karl Ulrich Bartz-Schmidt1
Heval Benav1
Dorothea Besch1
Anna Bruckmann1
Veit-Peter Gabel2
Florian Gekeler1
Udo Greppmaier3
Alex Harscher3
Steffen Kibbel3
Johannes Koch1
Akos Kusnyerik1,4
Tobias Peters5
Katarina Stingl1
Helmut Sachs6
Alfred Stett7
Peter Szurman1
Barbara Wilhelm5
Robert Wilke1

Afiliasi :
  1. Centre for Ophthalmology, University of Tübingen, Schleichstr. 12, 72076 Tübingen, Germany
  2. Eye Clinic, University of Regensburg, Franz-Josef-Strauss-Allee 11, 93053 Regensburg, Germany
  3. Retina Implant AG, Gerhard-Kindler-Str. 8, 72770 Reutlingen, Germany
  4. Department of Ophthalmology, Semmelweis University, Tomo u. 25-29, 1083 Budapest, Hungary
  5. Steinbeis Transfer Centre Eyetrial at the Centre for Ophthalmology, Schleichstr. 12-16, 72076 Tübingen, Germany
  6. Klinikum Friedrichstadt, Friedrichstr. 41, 01067 Dresden, Germany
  7. NMI Natural and Medical Sciences Institute at the University of Tübingen, Markwiesenstr. 55, 72770 Reutlingen, Germany
DOI:10.1098/rspb.2010.1747
Penerbit:Proceedings of the Royal Society B
Edisi:November 3, 2010
Download:Full Text (PDF) + Lihat Movie
Artikel Terkait


Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment