KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Sunday, November 21, 2010

Eplerenone Menekan Mortalitas Gagal Jantung Systolic dan Rawat Inap

Jurnal KeSimpulan.com - Obat membantu gagal jantung ringan. Eplerenone menekan angka kematian dan pasien rawat inap rumah sakit.

Orang-orang dengan gejala gagal jantung ringan mungkin mendapat manfaat dari obat yang sebelumnya dicadangkan untuk pasien yang memiliki kondisi lebih parah ataupun tekanan darah tinggi. Obat, disebut eplerenone, mengurangi mortalitas dan resiko rawat inap pada pasien lebih ringan dengan form gagal jantung kronis, demikian hasil temuan sebuah studi baru. Faiez Zannad dari Nancy University Hospital Center di Nancy, Perancis, mempresentasikan temuan 14 November saat pertemuan American Heart Association.

Zannad dan rekan-rekannya mengikuti 2.737 pasien secara acak dengan usia rata-rata 69 tahun yang mendapat eplerenone atau plasebo. Setelah diikuti selama rata-rata 21 bulan, studi dihentikan karena secara jelas manfaat bagi pesien yang memakainya. Selama masa tindak lanjut 26 persen dari pasien plasebo yang dirawat di rumah sakit gagal jantung atau meninggal akibat kardiovaskuler dibandingkan dengan hanya 18 persen dari pasien eplerenone.

Gagal jantung terjadi bila jantung berjuang keras untuk melayani kebutuhan tubuh. Responden penelitian telah mengalami gagal jantung systolic di mana daya aliran darah dari jantung telah rusak, menyebabkan mereka sesak napas dan mudah lelah. Eplerenone adalah obat oral yang dipasarkan dengan merek Inspra, mengurangi volume darah. Offset hormon disebut aldosterone yang meningkatkan tekanan darah.

Zannad mengatakan temuan baru harus memperpanjang penggunaan eplerenone untuk orang dengan tingkat ringan gagal jantung kronis. "Ini memberikan bukti kuat untuk mengubah praktek medis," kata Zannad. "Hari ini memang menyenangkan, ketika kita bisa bicara tentang populasi pasien baru untuk obat ini," kata Mariell Jessup dari University of Pennsylvania di Philadelphia.
Eplerenone in Patients with Systolic Heart Failure and Mild Symptoms

Penulis :

Faiez Zannad1
John J.V. McMurray2
Henry Krum3
Dirk J. van Veldhuisen4
Karl Swedberg5
Harry Shi6
John Vincent6
Stuart J. Pocock7
Bertram Pitt8

Afiliasi :
  1. INSERM, Centre d'Investigation Clinique 9501 and Unité 961, Centre Hospitalier Universitaire, and the Department of Cardiology, Nancy University, Nancy, France
  2. British Heart Foundation Cardiovascular Research Centre, University of Glasgow, Glasgow, United Kingdom
  3. Department of Epidemiology and Preventive Medicine, Centre of Cardiovascular Research and Education in Therapeutics, Monash University, Melbourne, VIC, Australia
  4. Department of Cardiology, Thorax Center, University Medical Center, Groningen, the Netherlands
  5. Department of Emergency and Cardiovascular Medicine, Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Gothenburg, Sweden
  6. Pfizer, New York
  7. Department of Medical Statistics, London School of Hygiene and Tropical Medicine, London
  8. University of Michigan School of Medicine, Ann Arbor (B.P.)
DOI:10.1056/NEJMoa1009492
Penerbit:New England Journal of Medicine
Edisi/Tanggal:November 14, 2010
Download:Full Text (PDF)
Cari Artikel Terkait :

F. Zannad et al. The effect of eplerenone versus placebo on cardiovascular mortality or heart failure hospitalization in subjects with NYHA Class II chronic systolic heart failure (EMPHASIS HF). Abstract 23221, American Heart Association annual meeting, Chicago, November 13-17, 2010.

Artikel Lainnya:

No comments :

Post a Comment