Pages

Data Mesin Pencarian Google Trends Untuk Meramal Bursa Saham

Jurnal KeSimpulan.com - Siapa pun yang bisa memprediksi pasar saham akan menjadi kaya mendadak. Dapatkah Google memprediksi pasar saham?

Sayangnya, naik turunnya pasar pada akhirnya bergantung pada pilihan dari sejumlah besar orang dan Anda tidak tahu apa yang mereka pikirkan sebelum mereka memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Lalu bagaimana? Mungkin Google tahu! Sebuah tim ilmuwan menunjukkan korelasi kuat kata yang diketik ke mesin pencarian raksasa Internet dan fluktuasi mingguan perdagangan saham. Tetapi ini tidak akan membuat orang kaya mendadak.

Pasar saham adalah sistem yang kompleks dan selalu gelisah. Dalam setiap minggu perdagangan, harga saham perusahaan mungkin tetap sama, naik terus, atau tiba-tiba tumbang. Penyebab pola-pola ini telah diantisipasi oleh peneliti, meskipun tidak pernah membeli. Saham "digoreng" dengan matematika dan fisika dimana secara akademik data digunakan untuk mempelajari indeks saham seperti S&P500 selama beberapa dekade. Tetapi pada setiap minggu, skala waktu yang penting bagi pedagang, pergerakan pasar tampaknya random.

Alasannya adalah orang memutuskan untuk membeli atau menjual saham tidak hanya berdasarkan pada motivasi pribadi melainkan pada keputusan kolektif orang lain, kata Tobias Preis, fisikawan dari Johannes Gutenberg University Mainz di Jerman. Ini seperti "perilaku menggiring" yang membuat pasar saham jadi kacau dimana pola perdagangan dalam satu minggu hampir tidak berguna untuk memprediksi apa yang akan terjadi minggu berikutnya.

Untuk memprediksi pasar, Anda membutuhkan data mengenai apa yang sedang terjadi melalui pikiran orang-orang sebelum mereka membuat keputusan keuangan mereka. Salah satu sumber data adalah volume total mingguan permintaan pencarian Internet, dan… sekarang tersedia bagi peneliti melalui Google Trends.

Para peneliti yang dipimpin oleh Preis membandingkan fluktuasi week-by-week dalam dua set data. Pertama, jumlah nama perusahaan di S&P500 yang termasuk dalam permintaan pencarian Google. Kedua, harga dan volume perdagangan saham perusahaan tersebut. Mereka fokus data 6 tahun yaitu 2004-2010.

Namun, temuan ini tidak akan membuat orang kaya mendadak. Data Google tidak dapat memprediksi fluktuasi harga saham mingguan. Namun, tim menemukan korelasi kuat antara pencarian Internet untuk nama perusahaan dan volume perdagangan, berapa jumlah saham berpindah tangan selama seminggu perdagangan. Jadi, misalnya, jika banyak orang mencari produsen komputer IBM dalam satu minggu, maka akan ada banyak perdagangan saham IBM pada minggu berikutnya. Namun data Google tidak bisa memprediksi harga yang ditentukan oleh rasio saham yang dibeli dan dijual. Setidaknya belum.

Neil Johnson, fisikawan dari University of Miami di Florida, mengatakan jika peneliti bisa mengupas lebih jauh ke dalam data Google Trends sehingga mereka bisa melihat perubahan dalam pencarian harian atau bahkan per jam maka mereka mungkin dapat memprediksi kenaikan atau penurunan harga saham. Mereka bahkan mungkin bisa meramalkan krisis keuangan.

Ini akan menjadi kesempatan bagi Google "untuk benar-benar bekerja sama dengan kelompok akademis di wilayah baru," kata Johnson. Kemudian lagi, jika arus per jam dari pencarian benar-benar dapat memprediksi perubahan harga saham, Google tentunya akan menyimpan data mereka sendiri atau merahasiakan.
Complex dynamics of our economic life on different scales: insights from search engine query data

Penulis :

Tobias Preis1,2,3
Daniel Reith3
H. Eugene Stanley1

Afiliasi :
  1. Center for Polymer Studies, Department of Physics, 590 Commonwealth Avenue, Boston, MA 02215, USA
  2. Artemis Capital Asset Management GmbH, Gartenstrasse 14, 65558 Holzheim, Germany
  3. Institute of Physics, Johannes Gutenberg University Mainz, Staudingerweg 7, 55128 Mainz, Germany
DOI:10.1098/rsta.2010.0284
Penerbit:Philosophical Transactions of the Royal Society A
Edisi:28 December 2010, vol.368 no.1933 5707-5719
Download:Full Text (PDF) + Supporting Information
Cari Artikel Terkait :

  1. Google Trends. http://www.google.com/trends
  2. Credit : Tobias Preis, Daniel Reith, and H. Eugene Stanley. Figure 7 (Complex dynamics of our economic life on different scales: insights from search engine query data), Philosophical Transactions of the Royal Society A, DOI:10.1098/rsta.2010.0284

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment