Pages

Bunga Aster Gorteria diffusa Gunakan Trik Daya Tarik Seksual Lalat

Jurnal KeSimpulan.com - Cinta itu buta dan hasrat seksual tidak pandang bulu. Kelopak bunga menerapkan trik mirip lalat betina untuk menarik kunjungan lalat jantan.

Bunga memproduksi nektar untuk menarik kunjungan serangga yang membantu penyerbukan, tetapi selama ini hanya anggrek (Orchidaceae) yang dikenal sebagai penggoda serangga jantan dengan bunga yang menyerupai serangga perempuan. Sekarang Allan Ellis dari Stellenbosch University dan Steve Johnson di University of KwaZulu-Natal di Pietermaritzburg menunjukkan bahwa bunga aster Gorteria diffusa menggunakan trik daya tarik seksual yang sama seperti yang dilakukan oleh beberapa anggrek.

Kelopak bunga aster ini secara luas bervariasi dengan beberapa fitur bantalan yang sangat luar biasa terlihat mirip seperti tubuh lalat wanita. Ellis dan Johnson menemukan bahwa lalat jantan Bombyliid paling rajin untuk mencoba bersanggama dengan kelopak bunga yang paling mirip dengan lalat betina. Para peneliti juga melacak bagaimana lalat menyebar serbuk sari dengan mengganti bubuk fluorescent. Semakin lalat bergairah secara seksual terhadap kelopak bungga, semakin banyak penyebaran serbuk sari yang mereka lakukan.

Lalat jantan bergerak cepat di antara bunga-bunga untuk mencari pasangan, sehingga fitur yang menyerupai wanita yang sedang istirahat meningkatkan kemungkinan mengunjungi bunga. Apa lagi pria yang kasmaran dan dorongan seksual yang tidak pandang bulu mendorong mereka lebih aktif dalam penyebaran serbuk sari. Dengan demikian evolusi telah didokumentasikan secara konsisten dalam perilaku yang memanfaatkan trik dan tipu daya dalam konteks ekologi dan reproduksi.


Floral Mimicry Enhances Pollen Export: The Evolution of Pollination by Sexual Deceit Outside of the Orchidaceae

Penulis :

Allan G. Ellis1,2
Steven D. Johnson1

Afiliasi :
  1. School of Biological and Conservation Sciences, University of KwaZulu-Natal, Private Bag X01, Scottsville, Pietermaritzburg 3209, South Africa
  2. Department of Botany and Zoology, University of Stellenbosch, Private Bag X1, Matieland 7602, South Africa
DOI:10.1086/656487
Penerbit:The American Naturalist
Edisi:Am Nat 2010. Vol. 176, pp. E143–E151
Download:Full Text (PDF)
Baca Artikel

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment