Pages

Berat Badan Raksasa Pterosaurus Quetzalcoatlus northropi Tetap Bisa Terbang

Jurnal KeSimpulan.com - Beberapa tahun yang lalu, para peneliti meragukan Pterosaur (Pterosaurus), reptil raksasa bersayap era dinosaurus, bisa terbang.

Kemudian 2 laporan menyatakan spesies Pterosaurus sebagai mahkluk terbesar ini hidup di tanah. Tetapi sekarang studi baru menempatkan Pterosaurus kembali di udara. Tantangan besar pertama untuk penerbangan Pterosaurus berasal dari tim peneliti Jepang dan Perancis pada tahun 2009. Berdasarkan bukti dari burung laut modern, tim ini menyimpulkan bahwa binatang apapun yang beratnya lebih dari 41 kilogram akan kesulitan untuk tetap terbang tinggi yang menjadi masalah bagi Pterosaurus sebagai fauna raksasa yang memiliki ukuran hingga beberapa ratus kilogram.

"Jengkel juga dari kebanyakan orang yang studi pada pterosaurus," kata David Unwin, paleobiolog dari University of Leicester di Inggris.

Tapi kritik tidak berakhir. Awal tahun ini, sebuah studi oleh Donald Henderson, paleontolog Kanada, mencapai vonis yang sama. Henderson memperkirakan pterosaurus Quetzalcoatlus northropi yang sebelumnya disebut penerbang terbesar sepanjang masa, memiliki berat hingga 544 kilogram sehingga tidak akan pernah bisa terbang. Seperti skeptisme lainnya, Henderson mengasumsikan binatang bersayap telah kehilangan kemampuan terbang di suatu periode selama evolusi, memaksa mereka untuk berjalan di tanah.

Mark Witton dari University of Portsmouth di Inggris dan Michael Habib dari Chatham University di Pittsburgh, Pennsylvania, kembali ke catatan fosil. Duo paleontolog ini menganalisis tulang dari Texas, Kansas, dan Rumania. Fragmen ini begitu langka, mereka tidak memiliki banyak fitur sayap, kaki, dan tulang leher, tetapi hanya sekitar 5% dari tubuh, meskipun begitu Witton mengatakan mereka mendapat "bit penting" yang dapat memberitahu petunjuk tentang Pterosaurus terbang.

Para peneliti menemukan tulang humerus di beberapa lengan Pterosaurus setidaknya dua kali lebih kuat daripada yang diperkirakan pada seekor burung dengan ukuran yang sama. Temuan ini menguatkan salah satu dari spekulasi Habib yaitu tidak seperti burung yang take off hanya menggunakan kaki kecil belakang, Pterosaurus melepas dengan keempat anggota badan mereka. Dengan kekuatan tambahan forelimbs, mereka jauh lebih kuat bahkan raksasa seperti Quetzalcoatlus akan terlempar dari tanah.

"Sangat sulit untuk menjelaskan mengapa Pterosaurus menjalani hidup panjang dengan memiliki tulang kuat seperti itu ... jika mereka tidak melakukan apa-apa dengannya," kata Witton. Dan sekali Pterosaurus mengudara, mereka tetap tinggi.

Beberapa fosil Pteranodon, keluarga Pterosaurus dengan lebar sayap 7 meter ditemukan pada sedimen dimana pada saat hewan ini hidup jauh di kedalaman laut, ratusan kilometer dari garis pantai terdekat. Fosil ini terawat baik di sana, kata Witton, hanya satu kemungkinan yaitu Pteranodon harus bisa terbang.

Para ahli Pterosaurus lainnya mengatakan laporan ini membawa rasa lega dan kekecewaan sekaligus. "Saya benar-benar yakin bahwa hewan ini bisa terbang. Namun di sisi lain, Saya tidak berpikir akan efektif untuk direspon," kata Unwin. Para peneliti tidak menunjukkan semua hasilnya. Beberapa data dan analisis yang mereka gunakan untuk mendapatkan kalkulasi pada kekuatan tulang dan lebar sayap yang hilang dari laporan. Selain itu, banyak analisis mereka sangat tergantung pada perkiraan massa pterosaurus. Para penulis pada kenyataanya mengasumsikan massa 250 kilogram untuk raksasa Quetzalcoatlus, kata Unwin.

Perkiraan massa tersebut sangat bervariasi. Henderson yang belum lama melaporkan bahwa Quetzalcoatlus terlalu besar untuk terbang, juga mempertanyakan kalkulasi massa dan kekuatan tulang. "Mereka melakukan banyak sekali ekstrapolasi," kata Henderson. Sampai ilmuwan belum menemukan kerangka fosil lengkap dari setengah pterosaurus atau bahkan satu kerangka penuh, mereka tidak akan memiliki bukti yang dibutuhkan untuk mengatakan apa pun secara definitif. Sementara itu, "harus berhati-hati dan menunggu temuan materi fosil yang lebih baik. Ini akan datang," kata Henderson.
On the Size and Flight Diversity of Giant Pterosaurs, the Use of Birds as Pterosaur Analogues and Comments on Pterosaur Flightlessness

Penulis :

Mark P. Witton1
Michael B. Habib2

Afiliasi :

  1. School of Earth and Environmental Sciences, University of Portsmouth, Portsmouth, United Kingdom
  2. Department of Sciences, Chatham University, Pittsburgh, Pennsylvania, United States of America
DOI:10.1371/journal.pone.0013982
Penerbit:PLOS ONE
Edisi/Tanggal:PLoS ONE 5(11): e13982
Download:Full Text (PDF)
Cari Artikel Terkait :

Caption : A, AlbatrossDiomedea exulans; B, the giant ornithocheiroid Pteranodon; C, the giant azhdarchid Quetzalcoatlus; D, shown to scale.

Credit : Mark P. Witton and Michael B. Habib, Figure 7 Soaring animal planforms compared, (On the Size and Flight Diversity of Giant Pterosaurs, the Use of Birds as Pterosaur Analogues and Comments on Pterosaur Flightlessness, PLoS ONE 5(11): e13982, DOI:10.1371/journal.pone.0013982).

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment